Yudi Suharsono: 1000 Startup Diyakini Lahirkan Banyak Unicorn Baru

Kota Malang, Bhirawa
Indonesia menjadi salah satu negara dengan empat perusahaan startup yang telah masuk ke dalam level Unicorn. Level ini disematkan bagi perusahaan startup yang memiliki pendapatan valuasi sebesar USD 1 miliar.
Untuk menggenjot pertumbuhan startup-startup baru, Pemerintah Republik melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) meluncurkan program 1000Startup. Program ini ditujukan untuk menumbuhkan startup-startup baru melalui pembinaan 6 bulan.
1.000 Startup dengan program awalnya yakni ignition dilaksanakan di beberapa kota. Salah satunya di Malang. Kali ini, Kominfo menggandeng kampus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sebagai official partner. Event ini dihelat di Hall Dome UMM.
Angki Yudistia (Founder dan CEO Thisable Entreprise), Alif Hanif (Senior Product Manager Bukalapak), Bimo Prasetio (Founder Smartlegal.id), Adila Inda (Senior Vice President Sales & Marekting Ruang Guru), dan Tri Kurniawan (Kata.ai), hadir pada kegiatan yang dihelat pada akhir pekan kemarin.
“Ini adalah kesempatan besar saudara sekalian untuk berani mewujudkan mimpi,” tutur Yudi Suharsono, S.Psi., M.Si., Kabiro Kemahasiswaan UMM.
Di era industri 4.0 ini, lanjutnya, segalanya telah bertransisi. Ia mendorong para mahasiswa untuk terus bermanfaat melalui hal-hal kreatif.
Acara yang bertajuk Seribu Mimpi, Seribu Karya, Seribu Solusi Untuk Satu Indonesia Raya ini pun dihadiri lebih dari 1000 peserta.
“Kami tak menyangka responnya sedemikian besar,” ungkap Adhina Paramita, Strategist Partner penyelenggaraan pelatihan 1000Startup.
Sadjan, Sekretaris Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kominfo yang menyambut baik semangat mensukseskan 1000Startup.
“Pemerintah telah merampungkan Palapa Ring (Serat yang dipasang di laut dan darat di seluruh penjuru Indonesia),” katanya.
Di Kota Malang sendiri, Walikota Malang, Sutiaji menyambut baik program 1000Startup. Bahkan dirinya berencana mendirikan infrastruktur mendukung hadirnya iklim kreatif di Kota Malang. Penggarapannya sendiri dimulai tahun 2019 dan ditargetkan rampung 2020.
“Sejalan dengan dijadikannya Kayutangan sebagai ibukota Heritage Malang Raya, nanti di ruas kanan dan kiri jalan Kayutangan akan dijadikan sebagai tempat untuk display startup-startup Malang,”tutur Sutiaji.
UMM sendiri baru-baru ini diamanahi Kominfo untuk menggelar Digital Talent Scholarship 2019, ajang pencarian bakat-bakat pengusaha unggul di dunia digital. Sedikitnya 100 alumnus Teknik Informatika UMM digembleng menjadi seorang digital entrepreneur (Digipreneur).[mut]

Tags: