Wisata Sidoarjo Harus Dipromosi di Internet

5- foto B-candi pari-alikusyanto-1Sidoarjo,Bhirawa
Saat ini untuk mempromosikan barang dan jasa, tak hanya terbatas pada cara – cara manual saja, tapi juga bisa lewat internet atau media sosial. Termasuk dalam mempromosikan dunia wisata Kab Sidoarjo.
Menurut Erni, seorang pengamat dunia pariwisata Kab Sidoarjo, merasakan dunia kepariwisataan di Kab Sidoarjo selama ini seakan mati. Hal ini karena tak lepas dari promosinya kurang inovatif dan
kurang maksimal. Padahal kalau ditangani maksimal, dunia wisata di Kab Sidoarjo bisa menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD)  yang besar.
Erni menyebut tentang keberadaan rumah makan, restoran, hotel dan tempat-tempat wisata yang ada. Ia mengatakan, seorang temannya dari Jakarta sampai datang ke Sidoarjo, hanya untuk mencoba menikmati menu kuliner di Sidoarjo yang ia lihat dari internet.
”Selain itu, produk-produk unggulan dari Sidoarjo lainnya bisa difoto terus dipromosikan lewat blog internet. Dunia wisata tak hanya pemandangaan alam. Tapi bisa wisata lain, misalnya di Sidoarjo ada kampung-kampung UKM, maka produknyalah yang harus dipromosikan. Misalnya keberadaan kampung telur asin, di Kec Candi. Juga harus kreatif mempromosikan melalui internet,” jelas Erni.
Kalau produknya tak pernah dipromosikan, untuk apa kampung-kampung UKM dibuat. Sebab kalau tak dipromosikan lewat internet sulit dikenal. Ia menyebut juga seperti wisata industri di Tanggulangin, yang harus terus dipromosikan, tapi kini ia melihat malah banyak showroom  yang tutup, padahal ini bisa dipromosikan lewat internet.
”Juga pada sejumlah wisata keluarga yang ada harus dibantu promosinya. Seperti di daerah Prasung, Kec Buduran, disana ada tempat pemancingan, ada kulinernya dan ada permainan anak-anak. Memang terkesan wisata lokal saja, tapi sangat ramai sekali pada saat hari libur, mencari tempat parkir saja sampai sulit,” ujarnya.
Padahal Sidoarjo sudah menyebut sebagai Kota UKM, tapi menurutnya tak pernah ada moment besar  untuk bisa mempromosikan produk UKM nya. Menurut Erni,  daripada menggelar pameran besar yang
menghabiskan dana yang besar, tapi responnya terbatas masih hanya lokal saja dan sedikit yang datang, maka produk-produknya lebih baik dipromosikan bisa lewat internet saja.
”Tahu mengapa kegiatan-kegiatan budaya di Banyuwangi, sampai bisa diikuti orang asing, itu karena promosinya lewat internet, sehingga bisa diketahui sampai luar negeri, di Singapura saja wisatanya
ternyata hanya gitu-gitu saja tapi dikenal di dunia internasional. Hal bisa terjadi arena mereka menang promosi, dan promosinya lewat internet,” pungkasnya. [ali]

Keterangan Foto : Candi Pari yang terletak di Kec Porong, Kab Sidoarjo ini harus dipromosikan secara gencar terutama melalui media sosial atau internet, agar banyak dikenal calon wisatawan lokal dan internasional. [alikusyanto/bhirawa]

Tags: