Wawali Probolinggo Bersihkan Sungai Bareng Komunitas Bebek Pro

Wawali Subri njegur sungai bareng komunitas bebek Pro.

Kota Probolinggo, Bhirawa
Tepat dalam peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2019, Wakil Wali Kota Probolinggo HMS Subri bergabung dengan komunitas Bersih-bersih Kali Probolinggo atau disingkat Bebek Pro. Kegiatan peduli lingkungan ini diharapkan bisa memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak sembarangan membuang sampah.
Jumat 22/2 pagi, Bebek Pro digelar di sepanjang sungai Jalan Soekarno Hatta, mulai dari depan SMA Negeri 1 hingga PT Eratex. Wawali HMS Subri pun ikut njegur membersihkan sungai dari sampah plastik dan pepohonan yang membuat aliran sungai terhambat.
Selain itu, ratusan peserta Bebek Pro dari personil Kecamatan Kanigaran, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kelurahan Curahgrinting, Kelurahan Kanigaran, BPBD Kabupaten/Kota Probolinggo, Dinas PUPR, PG Wonolangan, siswa SMA Negeri 1, siswa MAN 2, Saka Pramuka, RT, RW dan Forum CSR (Coorporate Social Responsibility). Tidak hanya membersihkan sungai, kegiatan pagi itu dilanjutkan dengan pengecatan.
Ketua Komunitas Bebek Pro, Sudarmanto menyampaikan, kegiatan yang dilakukan oleh komunitasnya untuk membantu Pemerintah Kota Probolinggo meningkatkan pengelolaan lingkungan. “Menumbuhkan kesadaran dan memberi edukasi kepada masyarakat. Sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat, pelaku usaha dan sekolah dalam melestarikan dan mengelola sungai,” ujarnya.
Bebek Pro diharapkan bisa menjadi upaya agar Kota Probolinggo bebas dari sampah dengan mengelola sampah dari sungai. “Makin sering kita bersih-bersih, nantinya masyarakat ikut bergabung juga. Saya sudah menyiapkan planing dalam satu tahun ini, dan saya harap kegiatan ini bisa continue,” beber Sudarmanto.
Wawali HMS Subri mengaku Bebek Pro adalah kegiatan yang luar biasa. Subri pun mengucapkan terimakasih karena ada komunitas yang peduli dengan kebersihan kota. Ia berharap makin banyak komunitas yang peduli dan membantu pemerintah dalam hal kebersihan. Karena suatu hal yang mustahil jika ingin maju dan berkembang tetapi tidak didukung dengan kebersihan.
“Dan kesadaran atas kebersihan harus menjadi habit (kebiasaan). Membuang sampah sembarangan itu aib lho. Kalau sekarang beda, membuang sampah sembarangan itu suatu kemudahan. Tidak baiklah kalau seperti itu,” keluhnya.
Pria yang berprofesi sebagai arsitek ini menggarisbawahi, yang paling penting adalah semangat bersama bagi pemerintah, stakeholder dan masyarakat untuk bersinergi yang diwadahi oleh komunitas seperti Bebek Pro. “Kami sangat mendukung asal jangan rame digelar di awalnya tetapi lemah dalam tindakan,” ujar Subri.
Pengecatan sungai yang dilakukan, menurut Subri, bisa menggugah kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah di sungai. Untuk itu, Subri berharap habit masyarakat Kota Probolinggo bisa berubah untuk kebaikan kotanya sendiri.
Wawali mengimbau kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan, jangan membuang sampah sembarangan dan merubah kebiasaan yang tidak baik. “Tanpa itu (komitmen bersama) mustahil Kota Probolinggo bisa berubah. Karena sampah berkaitan dengan banyak hal seperti kesehatan, keindahan bahkan investasi. Kalau kota kotor, investor enggan berinvestasi,” jelas Subri.
“Untuk menyentuh habit di masyarakat kami berencana masuk ke sekolah-sekolah. Mengingatkan anak-anak tentang banyak hal baik itu kesehatan dan kebersihan,” tegas Wawali HMS Subri.
Menurutnya, lingkungan sekolah adalah lingkungan atau komunitas intelektual. Di usia sekolah anak-anak masih fresh dan mudah untuk diarahkan ketimbang orang dewasa. Untuk itu sejak dini ia ingin memberikan edukasi tentang menjaga kebersihan lingkungan. “Ini adalah amanah dari Bapak Wali Kota dalam rangka membangun Kota Probolinggo menjadi lebih baik. Dan, mungkin bahkan di suatu tingkatan nantinya di sekolah-sekolah sudah tidak ada tempat sampah,” harapnya.
Apakah bapak akan turun sendiri ke sekolah-sekolah? “Ya. Insyaallah kami akan turun sendiri,” jawabnya lugas. Tak lama kemudian, secara spontan, usai bersih-bersih sungai, wawali memenuhi para siswa MAN 2 di ruangan aula untuk memberikan arahan.
Kepada para siswa, Subri mengingatkan tentang pentingnya menjaga lingkungan di sekitar rumah atau sekolah. “Jangan sampai, misalnya adik-adik ini dijemput pulang sekolah lalu beli es. Di tengah jalan bungkus es dibuang di jalanan begitu saja. Jangan begitu ya,” tutur Subri.
MAN 2 punya tagline, “Membuang sampah sembarangan, itu aib kota”. Dengan tagline seperti itu, wawali berharap siswa MAN 2 bisa menjadi pioneer (yang terdepan) bersih-bersih kota. “Jangan sampai ada yang ketahuan buang sampah sembarangan,” paparnya.
Pada kesempatan itu, Subri juga memberi kuis kepada siswa tentang lingkungan. Siapa yang berhasil mendapat merchandise dari PTPN XI, salah satu BUMN yang ikut andil dalam program kebersihan lingkungan di Kota Probolinggo ini. (wap)

Tags: