Water Bombing Gagal Dilakukan

Helikopter Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bertipe MI8-MTV dengan nomor registrasi RDPL-34260 gagal melakukan water bombing di kawasan Gunung Arjuno-Welirang dan terpaksa kembali ke Lanud Abduraham Saleh karena terkendala cuaca. [Hilmi Husain]

Kebakaran Terbesar di Blok Putuk Dali dan Garotan
Pasuruan, Bhirawa
Upaya pemerintah memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Gunung Arjuno-Welirang melalui heli kopter water bombing gagal dilakukan karena terkendala cuaca berawan. Jika tidak ada kendala water bombing akan dilakukan hari ini, Rabu (16/10).
Kepala Penerangan dan Perpustakaan Lapangan Udara (Kapentak Lanud) Abdurahman Saleh, Letkol Dodo Agus Prio Susilo menyampaikan cuaca kurang baik di Gunung Ringgit di kawasan Gunung Arjuno-Welirang menjadi penyebab utama water bombing belum bisa digunakan.
“Kami tadi sudah survey ke lokasi Gunung Ringgi di kawasan Gunung Arjuno-Welirang. Tapi karena cuaca di lokasi Gunung Ringgit kurang baik yakni berawan, membuat kami kembali lagi ke Lanud,” ujar Letkol Dodo Agus Prio Susilo kepada wartawan, Selasa (15/10).
Selanjutnya, water bombing akan dilakukan kembali jika cuaca di Gunung Ringgit sudah tidak berawan. “Heli kopter akan kami berangkatkan pada Rabu (16/10), pukul 07.00. Disana nanti akan melakukan water bombing,” tandas Dodo Agus Prio Susilo.
Helikopter yang dipergunakan pada operasi pemadaman kebakaran di Gunung Arjuno bertipe MI8-MTV dengan nomor registrasi RDPL-34260 dengan lima orang personel tiba di Lanud Abduraham Saleh sekitar pukul 13.30 WIB Senin (15/10). Heli tersebut akan terparkir di landasan Lanud selama melakukan upaya water bombing.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Bhakti Jati Permana mengungkapkan penanganan kebakaran melalui teknik water bombing sangat diperlukan. Mengingat kondisi di lokasi medannya yang cukup berat serta titik lokasi kebakaran hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki selama lima jam. “Harapan kami dengan water bombing, kebakaran bisa benar-benar padam,” kata Bhakti Jati Permana.
Kasie KPPH Malang Tahura R Soerjo, Dedi Hadiana mengakui hingga saat ini masih ada dua titik api yang terpantau. Kebakaran paling besar terpantau di Blok Putuk Dali dan Garotan.
“Kemungkinan besar titik api bisa bertambah, karena saat ini angin di kawasan Tahura masih sangat kencang. Api yang ada di jurang ataupun di dalam tanah berpotensi akan menimbulkan api yang bisa menjalar,” terang Dedi Hadiana.
Sampai saat ini, pemadaman api di jurang di kemiringan 45 derajat di lereng Gunung Ringgit hanya dimungkinkan menggunakan alat manual. Di lokasi sulit itulah yang direncanakan oleh Tahura untuk dilakukan water bombing.
Kebakaran di Gunung Ringgit, kawasan Gunung Arjuno-Welirang menyebabkan seorang relawan terluka dan munculnya 3 ekor macan di kawasan Blok Indrokilo, pada Senin (14/10). Sebelumnya, kebakaran yang terjadi sejak Jumat (11/10) lalu itu ada di tiga titik api yaitu di Blok Hutan Pamitra, Petung Wulung dan Jalur Indokilo. [hil]

Rate this article!
Tags: