Warga Tak Minati OP Sembako Bulog Kabupaten Tulungagung

Krisna Murtiyanto

Tulungagung, Bhirawa
Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, bulan Ramadan kali ini warga di Kabupaten Tulungagung tidak meminati keberadaan operasi pasar (OP) yang digelar Bulog Sub Divre Tulungagung. Masalahnya, harga sembako saat ini cenderung stabil dan normal.
Kepala Bulog Sub Divre Tulungagung, Krisna Murtiyanto, pada Bhirawa, Kamis (16/5), mengungkapkan permintaan warga Tulungagung atas komoditas pangan yang ditawarkan Bulog dalam OP tidak terlalu besar.
“Untuk beras saja tidak banyak (yang terjual di OP) karena saat ini di Tulungagung juga sedang panen raya,” ujarnya.
Begitu pun dengan gula pasir. Menurut Krisna permintaan di OP tidak terjadi lonjakan berarti.
“Kami menjual gula pasir di OP harganya Rp 11.000 perkilogram, tetapi pergerakan permintaan di gelaran OP tidak signifikan,” tuturnya.
Namun demikian, lanjut dia, Bulog Sub Divre Tulungagung tetap akan terus melakukan OP setiap harinya. Karena sudah merupakan tugas dari Kementerian Perdagangan untuk melaksanakan OP setiap hari sampai akhir tahun 2019.
“OP dilakukan untuk menjaga stabilitas harga dan menjaga ketersediaan stok. Tahun lalu OP juga dilakukan setiap hari. Dan tahun ini dilanjutkan OP setiap hari juga,” paparnya.
Menjawab pertanyaan, Krisna menyatakan dalam OP Bulog Sub Divre Tulungagung juga menyediakan bawang putih yang harganya sempat tembus Rp 80.000 perkilogram. Saat ini Bulog sudah melakukan OP dengan harga Rp 25.000 perkilogram.
“Kami berhasil menekan harga kembali turun. Hari ini (kemarin) dari laporan yang kami terima harga bawang putih di pasaran sudah turun jadi Rp 30.000 perkilogram,” terangnya.
Ia menyebut akan terus menyediakan bawang putih dalam OP agar harga di pasaran kembali normal atau setara dengan Rp 25.000 perkilogram. “Persedian bawang putih Bulog cukup banyak. Kami menyediakan bawang putih 300 kg perminggu yang kami ambil dari Bulog Divre Jatim di Surabaya,” ucapnya.
Krisna pun menyatakan persediaan beras dan gula pasir Bulog Tulungagung saat ini cukup melimpah. Untuk beras masih tersedia 12.500 ton. Cukup untuk OP selama 10 bulan. Sedang untuk gula pasir masih tersimpan 2.900 ton di gudang milik PG Mojopanggung Tulungagung.
“Bahkan untuk stok beras akan terus bertambah. Ini seiring dengan panen raya, setiap hari kami dapat menambah persediaan beras antara 250 ton sampai 300 ton,” bebernya.
Karena itu, pria berkacamata ini yakin Bulog Subdivre Tulungagung akan memenuhi target serapan beras pada tahun 2019. “Target tahun 2019 sebanyak 20.546 ton. Sekarang pembelian sudah 4.700 ton atau jika diprosentase sebesar 23 persen. Kami yakin dapat memenuhi target, apalagi panen raya masih berlangsung sampai bulan Juli dan masih banyak yang belum terserap,” paparnya lagi. (wed)

Tags: