Warga Nirwana Asri Kabupaten Sidoarjo Tolak Pembangunan TPST

Puluhan ibu-ibu saat berunjukrasa menolak dengan membawa berbagaimacam tulisan tolak TPST. [achmad suprayogi/bhirawa]

Sidoarjo, Bhirawa
Rencana pendirian Tempat Pengolahan Sampah Terpadu(TPST) di depan pintu masuk perumahan Perumahan Nirwana Asri, tepat di Desa Kemasan Kecamatan Krian Sidoarjo ditolak warga.
Rabu(4/9) warga melakukan aksi unjuk rasa menolak atas didirikannya TPST (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu) dengan meminta agar lokasi TPST digeser ke belakang lokasi perumahan.
Dalam aksinya, warga yang didominasi emak-emak membawa sejumlah peralatan rumah tangga dan peralatan memasak. Aksi warga tersebut sempat mendapat penolakan dari pihak aparat Kepolisian, karena tidak ada pemberitahuan terlebih dahulu, sehingga aksi demo tersebut tidak berlangsung lama.
Sekitar pukul 10.50 WIB warga diimbau menghentikan aksinya. Sebab, aksi itu belum memiliki izin dari Polsekta Krian. “Warga Perumahan Nirwana Asri yang berunjuk rasa menolak pembangunan TPST kami hentikan, karena tidak ada pemberitahuan ke Kepolisian,” tegas Kapolsekta Krian Kompol M Kholil.
Di sisi lain, proses pengolahan sampah yang sifatnya pembuangan sementara itu akan berdampak kepada lingkungan, baik itu baunya maupun resapan air sampah bila terkena hujan nanti.
“Sampah tidak mengumpul di satu tempat, pasti ada luberan-luberannya. Luberan sampah itu bila terkena hujan, tentu saja airnya pasti meresap di lingkungan sekitarnya,” tegas salah satu warga Perumahan Nirwana Mulyono, (4/9).
Puluhan warga yang di dominasi oleh emak-emak ini, terus menuntut pembatalan pendirian pembuatan TPST yang akan dilakukan oleh pihak pengembang. Mereka menganggap lokasi tersebut akan membawa dampak yang bisa merugikan warga, khususnya Perumahan Nirwana Asri.
Selian itu, keberadaan sampah nantinya bisa berdampak pada kesehatan lingkungan sekitarnya. “Apalagi proses pembangunannya belum ada persetujuan dari warga perumahan, sehingga warga menolak keras dibangunnya tempat sampah. Pihak pengembang juga belum pernah melakukan sosialisasi kepada masyarakat setempat,” jelas Mulyono.
Terpisah, Camat Krian Agus Maulidy mengaku kalau proses pembanguan TPST tersebut sudah pernah dilakukan sosialisasi, tentunya mereka yang terkena dampaknya langsung. Sementara warga yang jauh dari lokasi yang tidak diajak.
“Dengan kondisi sekarang ini, kami akan membicarakan lebih lanjut kepada piha-pihak terkait untuk mencarikan solusi terbaiknya. Karena mengolah sampah juga untuk kepentingan warga,” jelasnya. [ach]

Tags: