Wali Kota Sutiaji Dorong Generasi  IT Tetap Berkarakter

Wali Kota Malang Sutiaji didampingi Kabag Humas Pemkot Malang Nurwidianto saat melakukan pemaparan di Hotel Kristal Jakarta 28/10 kemarin.

Kota Malang, Bhirawa
Pemerintah  Kota Malang,  mendorong penguasaan IT bagi generasi muda. Tetapi penguasan IT itu harus tetap berkarakter, sehingga tidak meninggalkan nilai-nilai budaya, sebagai cirikhas masyarakat Kota Malang.
Wali Kota Malang Sutiaji,  dalam pemaparan Ki Hajar Award, Senin 28/10 malam, mengutarakan  APBD Kota Malang Tahun 2019 melalui Dinas Pendidikan Kota Malang secara khusus untuk pemanfaatan TIK di dunia pendidikan dengan alokasi Rp.  26,8 Milyar atau sekitar 13 persen dari total anggaran Diknas 278,5 Milyar di tahun 2019 .
Menurut Sutiaji Implementasi TIK dalam menunjang penyelenggaraan pendidikan di Kota Malang, sudah 100 persen. SD dan SMP telah terkoneksi internet Seluruhnya telah dapat melaksanakan Ujian Sekolah Berbasis Komputer (USBK) dan Tingkat Koneksi Internet  berkapasitas lebih dari 15 Mbps pada Perangkat Daerah di Kota Malang dan semua sudah terintegrasi.
“Pemanfaatan E-Learning telah dilaksanakan dihampir setiap satuan pendidikan. Kita punya modifikasi sesuai kehendak sekolah masing-masing. Ada Aplikasi Edmodo, E – Quiz, That Quiz, Socrative. IT tapi berkarakter, kita uji kejujuran siswa. Siswa mengerjakan soal-soal sudah memiliki pasword sendiri-sendiri, dan bisa dibantu orang tua,”ujar Wali Kota Malang yang juga seorang ustdaz ini.
Kedepan, lanjut Sutiaji, akan dikembangkan aplikasi Edupongo dan report rekam jejak siswa sebagai tools yang mampu menghantarkan penguatan potensi anak. Kedua karya ini asli buatan komunitas Malang yang sedang diujicobakan.
Aplikasi Edupongo yang merupakan sistem manajemen sekolah yang terintegrasi dengan teknologi terkini. Dibuat untuk merekatkan komunikasi pihak sekolah, guru, orangtua tentang informasi aktivitas terbaru siswa. Mengakomodasi manajemen data sekolah dari pencatatan administrasi sekolah, data siswa, presensi, rapor siswa, serta layanan chat antar guru dengan orangtua siswa terkait.
Sementara itu, Kota Malang merupakan  100 daerah yang masuk dalam proses seleksi penilaian Ki Hajar Award, saat ini,  menyusut tinggal 34 daerah, dengan rincian 7 Provinsi dan 27 kota/kabupaten.
Kota Malang bersama Kabupaten Nganjuk dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur menjadi bagian dari 34 daerah yang lolos seleksi serta maju pada tahapan uji paparan yang digelar di ruang convention hotel Kristal, Jakarta 28/10 kemarin.
Kepala Pusat Teknologi dan Komunikasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Gogot Suharwoto,  mengutarakan, sejalan dengan upaya peningkatan mutu, akses pendidikan dan kebudayaan melalui pendayagunaan TIK. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, pada tahun 2019 kembali menyelenggarakan penganugerahan bagi Kepala Pemerintah Daerah yang memenuhi kriteria penilaian sesuai ketentuan penganugerahan.
Tujuan dari penyelenggaraan penghargaan Kihajar untuk kepala daerah,  antar lain adalah  Memberikan apresiasi dan penghargaan kepada daerah atas pencapaian seluruh aktivitas di daerah dalam memanfaatkan dan mendayagunakan TIK untuk pendidikan. Memetakan tingkat pendayagunaan TIK untuk pendidikan dan kebudayaan di daerah sebagai bagian dari upaya mendukung peningkatan mutu pendidikan dan kebudayaan.  Menjadikan tingkat pendayagunaan TIK untuk pendidikan dan kebudayaan sebagai bahan dalam perumusan, penetapan, evaluasi dan monitoring kebijakan, program dan kegiatan pembangunan pendidikan di daerah, serta  (4) Menjadikan indeks pendayagunaan TIK untuk pendidikan dan kebudayaan sebagai alat dalam proses harmonisasi berbagai kebijakan dan program pembangunan pemda baik pada level nasional dan daerah.
Untuk penyelenggaraan tahun ini akan dilaksanakan dalam beberapa kategori,  antara lain: perintis, pertama, muda dan utama. Harapan kami kegiatan ini dapat menjadi stimulus pendayagunaan TIK untuk pendidikan dan kebudayaan di daerah.
[mut]

Tags: