Wali Kota Probolinggo Bedah Rumah Abdul Hamid

Wali Kota Habib Hadi serahkan bantuan bedah rumah Abdul Hamid.

(Separo Rumahnya Roboh Sejak Setahun Silam)

Probolinggo, Bhirawa
Rumah Abdul Hamid di Jalan Slamet Riyadi Gang 1, RT 1 RW V, Kelurahan/ Kecamatan Kanigaran sangat jauh dari kata layak. Miris. Beralaskan tanah, berdinding anyaman bambu, perabot ala kadarnya. Separo rumahnya roboh sejak setahun silam. Roboh karena rumah ini tidak bertiang, ketika hujan maka mudah roboh.
Rumah ini benar-benar tidak layak dihuni oleh manusia. Sebenarnya, setiap tahun pihak RW (rukun warga) sudah mengajukan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), tetapi belum terealisasi. Abdul Hamid yang dulunya bekerja jadi tukang becak itu tinggal sendirian. Menurut Ketua RW V, Sukarji, Abdul Hamid tidak punya istri dan anak. Saudaranya ada tetapi tinggal di tempat berbeda. Yang ditempati kakek 74 tahun ini, tanah warisan.
Setiap hari, Abdul Hamid hanya duduk-duduk di rumahnya. Ia sudah tidak bisa bekerja karena sudah renta. Makan kadang dikasih sama tetangga dan saudaranya. Berbincang dengan Abdul Hamid pun harus pelan-pelan, ujar Sukarji salah satu kerabat Abdul Hamit, Selaa 19/3.
Mendengar ada RTLH yang dihuni oleh warga sebatang kara di wilayah Kota Probolinggo, Wali Kota Hadi Zainal Abidin pun langsung meninjau rumah tersebut. Memasuki rumah Abdul Hamid, wali kota harus menunduk. Tanahnya juga becek. Sempat berbincang dengan sang kakek, wali kota menyampaikan jika rumahnya akan dibenahi, agar lebih nyaman ditinggali.
“Komitmen saya, masyarakat yang membutuhkan perhatian harus dibantu. Apalagi berkaitan dengan memberi kehidupan yang layak bagi warga Kota Probolinggo. Pak Abdul Hamid ini sangat butuh bantuan pemerintah,” ujar Habib Hadi.
Walikota Hadi tidak ingin membahas kenapa masih ada RTLH di Kota Probolinggo atau kenapa terbengkalai, luput dari perhatian pemerintah. “Ke depan saya tidak ingin hal seperti ini terjadi. Lambat laun kami perbaiki semua khususnya kelayakan hidup bagi warga yang kurang beruntung,” terangnya.
Abdul Hamid mendapat bantuan RTLH dari Baznas Kota Probolinggo. Selain rumahnya direnovasi, Abdul Hamid akan mendapat bantuan biaya hidup senilai Rp 400 ribu per bulan dari Baznas setempat. Bantuan ini merupakan dana zakat profesi yang dibayar setiap bulan dari karyawan dan karyawati di lingkungan Pemkot Probolinggo, katanya.
Proses pembangunan rumah diserahkan kepada masyarakat. Pak RW diminta memantau pembangunan menjadi rumah yang layak. Selain Abdul Hamid, seorang nenek, Siani warga RT 3 RW 5 juga mendapat bantuan biaya hidup dari Baznas yang diserahkan langsung oleh Wali Kota Habib Hadi.
Baznas mempunyai program bantuan biaya hidup dengan dua klasifikasi. Klasifikasi A senilai Rp 400 ribu per bulan untuk mereka yang tidak punya keluarga dan tidak bisa bekerja lagi. Klasifikasi B sebesar Rp 200 ribu untuk mereka yang bisa bekerja tetapi keluarga tidak bisa mencukupi. Saat meninjau RTLH, Habib Hadi didampingi Ketua Baznas Kota Probolinggo, Hasan.
Siani yang tiba-tiba didatangi wali kota pun bersyukur mendapat bantuan uang tunai. “Keso’on gih pak.. Semoga panjang umur,” ucapnya usai bersalaman dengan wali kota.
Habib Hadi menambahkan, semasa kepemimpinannya, ia harus menyiapkan langkah bertahap dan menyiapkan anggaran yang tertata dan terukur agar tidak ada lagi RTLH di Kota Probolinggo.
“Akan kami atur regulasinya agar warga kurang mampu tidak dipandang sebelah mata. Keberhasilan pemerintah dalam indeks penurunan kemiskinan bukan kebanggaan pribadi saya tetapi bagaimana realitas di lapangan. Saya tidak ingin terlena oleh angka,” tambahnya.(Wap)

Tags: