Wali Kota Pasuruan Larang Kendaraan Dinas Digunakan Mudik Lebaran

Sejumlah mobil dinas milik Pemkot Pasuruan terparkir di lingkungan Pemkot Pasuruan, Selasa (21/5). Wakil Wali Kota Pasuruan tidak memperbolehkan kendaraan dinas dipakai untuk mudik.

Pasuruan, Bhirawa
Wakil Wali Kota Pasuruan, Raharto Teno Prasetyo ST menyatakan siap menindak tegas apabila kendaraan dinas di lingkungan Pemkot Pasuruan dipakai untuk kepentingan pribadi pada saat mudik lebaran.
Pasalnya, kendaraan fasilitas negara seharusnya digunakan untuk kepentingan kedinasan bukan untuk kepentingan keluarga.
“Kami melarang keras kendaraan dinas digunakan untuk mudik lebaran. Karena selama namanya kendaraan dinas, berarti untuk menunjang fasilitas kedinasan. Bukan untuk yang lainnya. Sanksi tegas akan diberlakukan sesuai aturan,” tegas Raharto Teno Prasetyo, Selasa (21/5).
Menurutnya, larangan tersebut juga berdasarkan adanya Surat Edaran bernomor 356/3814/SJ tentang Pencegahan Gratifikasi terkait Hari Raya Keagamaan tertanggal 14 Mei 2019.
Sejumlah poin di dalam surat edaran itu memuat larangan bagi ASN menggunakan fasilitas kedinasan untuk kepentingan pribadi. Seperti, menggunakan kendaraan dinas operasional untuk kegiatan mudik.
“Pada prinsipnya, kendaraan dinas sesuai dengan peruntukan yakni digunakan sebagai kendaraan operasional kedinasan, bukan dipakai untuk kepentingan pribadi,” papar Raharto Teno Prasetyo.
Pihaknya menginginkan agar ASN sebaiknya menggunakan kendaraan pribadi atau kendaraan umum saat libur lebaran. Karena kendaraan yang beli dari uang negara tak diperuntukkan untuk kepentingan umum.
“Harus dibedakan, kendaraan dinas dan pribadi. Makanya, kendaraan dinas sebaiknya diistirahatkan bukan digunakan untuk mudik. Jika rusak akan menggangu kinerja pemerintahan,” tambah Raharto Teno Prasetyo. [hil]

Tags: