Wali Kota Pasuruan Apresiasikan Warganya Tanam Melon

Wali Kota Pasuruan, Drs H Setiyono M.Si bersama Sugiyanto, pemilik tanaman melon saat memanen buah melon di Kelurahan Blandongan, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan. [Hilmi Husain]

Wali Kota Pasuruan, Drs H Setiyono M.Si bersama Sugiyanto, pemilik tanaman melon saat memanen buah melon di Kelurahan Blandongan, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan. [Hilmi Husain]

Tanpa Bantuan Pemerintah, Hasil produksi Memuaskan
Pasuruan, Bhirawa
Wali Kota Pasuruan, Drs H Setiyono M.Si mengapresiasikan warganya lantaran sukses menanam buah melon di wilayah perkotaan. Bahkan, sangking bangganya membuat pejabat nomer satu di Kota Pasuruan turut memanen di kebunnya yang berada di Kelurahan Blandongan, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan.
Di sela-sela melakukan panen melon, Wali Kota Pasuruan, Drs H Setiyono M.Si mengaku bangga atas keberhasilan Sugiyanto, seorang petani melon yang mengembangkan melon dengan biaya sendiri tanpa bantuan pemerintah, namun hasil produksinya memuaskan.
“Saya berharap keberhasilan saudara Sugiyanto mengembangkan tanaman melon ini dapat menjadi contoh bagi petani lainnya di wilayah Kota Pasuruan. Saya juga berharap jika ada masyarakat lainnya ingin menimba ilmu pengetahuan tentang cara dan teknik menanam melon tolong diajari,” ujar H Setiyono saat memanen buah melon, Rabu (31/8).
Menurutnya, jika tanaman melon dikembangkan secara lebih luas lagi oleh para petani seluruh Kota Pasuruan, pihaknya meyakini akan membawa kesejahteraan bagi petani itu sendiri. Karena iklim cuaca dan kultur tanah di Kota Pasuruan sangat mendukung serta mampu menjadikan tanaman itu tumbuh subur. “Kami sangat menginginkan keberhasilan Sugiyanto ini dapat ditiru petani lainnya khususnya pada generasi muda Kota Pasuruan,” paparnya.
Sementara itu, Sugiyanto, pemilik tanaman melon menyatakan buah melon ditanam pada lahan seluas 0,5 hektare mampu hasil produksi mencapai 18 ton sekali panen atau mengalami peningkatan 15 persen dari kebiasaaan yang hanya mencapai 11 ton dalam sekali panen.
“Faktor yang bersahabat saat ini membuat perkembangan buah melon tumbuh subur di Kota Pasuruan. Faktor itu yakni ada musim hujannya tak terlalu deras serta adapula musim kemaraunya,” kata Sugiyanto.
Tak hanya itu, pupuk organik seperti kotoran sapi maupun kotoran hewan lainnya serta pestisida untuk penyemprotan hama ulat di daun maupun batang tanaman menjadi faktor pendukungnya.
“Saya menanam 4500 tanaman dan 16 varietas melon. Jenis melon yang paling banyak diminati adalah Gracia dan Rock Melon. Jika buah melon Gracia bisa sampai berat 5 kg, keuntungan sekali panen bisa mencapai Rp 45 juta (keuntungan bersih, red). Saat ini merupakan musim harga melon yang tinggi yakni berkisar Rp 9-11 ribu per kilogram,” tandas Sugiyanto. [hil]

Tags: