Wali Kota Mojokerto Sidak Tiga Layanan Publik Strategis

Wali kota Ika Puspitasari sidak hari pertama kerja di RSUD Kota Mojokerto pasca libur lebaran, Senin (10/6).  [kariyadi/bhirawa]

(Bakal Potong Tamsil ASN yang Mbolos)

Kota Mojokerto, Bhirawa
Para ASN yang mbolos tidak masuk di hari pertama kerja pasca libur lebaran 1440 H ini, bakal mengalami kerugian material. Hal ini menyusul statmen Wali kota Mojokerto ika Puspitasari yang bakal memotong tambahan penghasilan (Tamsil) ketika menggelar sidak ke RSUD Kota Mojokerto, Senin (10/6).
Orang nomer satu di jajaran Pemkot Mojokerto ini menyebut bakal memotong nilai Tamsil untuk ASN yang mbolos atau tidak masuk kerja tanpa penjelasan. “Kan mereka sudah menikmati Tamsil. Gampang saja kalau mereka mbolos ya tinggal motong saja,” ujar Ning Ita sapaan akrab Wali kota Mojokerto ini di sela-sela sidak di RUSD.
Selain RSUD, Waki kota dan rombongan juga melakukan sidak ke tiga lokasi pelayanan publik strategis. Di antaranya Dispenduk Capil dan Perijinan satu pintu di komplek mall lasyanan publik GMSC, jalan Gasjah Mada, Kota Mojokerto. “Saya ingin memastiian tudak ada pelayanan masyarakat yang terganggu pasca libur ini. Terutama layanan kesehatan. Karena orang sakit kan tidak mengenal libur,” tambah Ning Ita.
Pemkot Mojokerto memberlakukan kebijakan memberi Tamsil. Besaran Tamsil diberikan berdasarkan pangkat dan golongan PNS, kinerja hingga tingkat kehadiran yang bisa dilihat dari absensi. “BKD sudah memberlakukan finggerprint. Gampang saja untuk mengetahui ketidakhadiran untuk menghitung potongan tamsil,” imbuh Ning Ita.
Dari informasi yang dihimpun, besaran Tamsil yang dibayarkan nilainya bervariasi sesuai pangkat dan golongan. Untuk terendah mereka mendapatkan angka Rp 1.760.000,- perbulan dan yang tertinggi mendapatkan tambahan Rp 13.208.000,- per bulan. “Dari sidak ini sekilas saya masih belum menemukan ada yang mbolos, BKD saya tugaskan untuk merinci. Baru nanti hasilnya akan saya evalyasi,” tambah Ning Ita lagi.
Sementara itu, Endri Agus Subiyanto Kepala BKD Kota Mojokerto menyebut, rekap daftar hadir seluruh ASN segera ia buat. Jika menemukan daftar ASN mbolos, BKD akan melayangkan surat kepada kapala OPD ASN yang bersangkutan dengan sepengetahuan Wali kota. “Itu nanti sabagai dasar pemotongan Tamsil maupun pemberian sanksi,” timpal Endri Agus.
Dalam sidak hari pertama, tim sidak dibagi menjadi tiga kelompok. Pertama dipimpin Wali kota dengan sasaran RSUD, dan GMSC, tim kedua dipimpin Wakil Wali kota dengan sasaran BPPKA, Sedangkan tim terakhir di bawah kendali Sekdakot Mojokerto Gentur menyasar Dinas PU dan Dishub. “Sesuai arahan Wali kota sasaran sidak ke OPD yang membidangi pelayanan publik. Dan sasaran ini benar benar mendadak,” lontar Chairil Anwar Kabag humas dan protokol yang ikut dalam rombongan Wali kota. [kar]

Tags: