Wali Kota Malang Diingatkan Tak Amnesia terhadap Janji Politik

(Refleksi Setahun Kepemimpinan Sutiaji- Edi)

Kota Malang, Bhirawa
Luthfi J Kurniawan, Penggerak Masyarakat Anti Korupsi, meminta kepada Wali Kota Malang Sutiaji untuk tidak Amnesia terhadap janji politik pasangan Sutiaji-Sofyan Edi Jarwoko saat kampanye lalu. Pernyataan tersebut disampaikan Luthfi, saat diminta memberikan tanggapannya pada acara Refleksi Satu Tahun Kemimpinan Sutiaji-Edi yang digelar oleh PWI Malangraya, di Gedung FSIP Universitas Brawijaya (UB) Malang, Senin 30/9 kemarin.
Menurut Luthfi, jika Wali Kota Malang Sutiaji dan Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko, melupakan janji politiknya, maka akan menjadi preseden buruk bagi masyarakat dan bagi dia sendiri. Selanjutnya akan timbul penilaian bahwa tidak ada bedanya Wali Kota Malang sekarang dan Wali Kota Malang sebelumnya.
“Seharusnya ada evaluasi secara menyeluruh apa saja, yang sudah dilakukan oleh Wali Kota Malang dalam kurun waktu setahun ini. Semua harus disampaikan kepada masyarakat termasuk kendalanya apa saja, sehingga tidak ada penilaian negatif dan dianggab sama dengan yang lainnya,”tukas Pendiri MCW itu.
Dia sangat berharap, Pemkot Malang tidak terjebak dalam pencitraan. Apalagi dengan konsistensi satu periode, yang disampaikan oleh Sutiaji ini, akan menjadi teladan dan tolak ukur, serta rool model bagi Pemerintah daerah di Indonesia.
“Jika tetap konsisten satu periode akan sangat bagus, karena berani mengambil tindakan yang tidak populis tapi untuk kepentingan masyarakat tanpa takut citranya turun. Biasanya kalau ingin dipilih lagi dimasa lima tahun berikutnya pasti tidak akan berani mengambil langkah tegas. Meraka akan cenderung menerapkan kebijakan pencitraan,”urainya.
Hanya saja dia mengingatkan saat ini, belum ada data akses merata, memberikan perlindungan kepada kaum marjinal dan miskin. Langkah tersebut seharusnya dilakukan agar perlindungan terhadap orang miskin dan orang pinggiran itu ada.
Namun demikian, pihaknya juga memberikan pujian kepada Wali Kota Sutiaji yang sudah mau datang disetiap kegiatan. Ini lanjut dia menjadi sebuah kridit poin tersendiri. Karena dia tidak menolak berdialog dengan seluruh komponen masyarakat.
Jika boleh pihaknya juga menyarankan, ada upaya keterbukaan ruang di Balaikota Malang. Balaikota kalau bisa dibuka untuk publik dalam kurun waktu tertentu. Misalnya dalam satu bulan sekali atau seminggu sekali.
“Disitu masyarakat bisa ada dialog dengan pimpinannya. Jangan sampai membangun barirer, agar masyarakat tidak menjauh dengan birokrasi. Esensi pelayanan pelayan publik jangan hilang, sehingga masyarakat dengan mudah memperoleh layanan,”imbuhnya.
Yang tidak kalah pentingnya menurut Luthfi, adalah audit kebijakan oleh Perguruan Tinggi. Jangan sampai kebijakan itu lebih banyak mengatur pajak, dibandingkan yang mengatur tentang proteksi kepentingan masyarakat.
“Jangan sampai setiap tahun Pemkot dan DPRD hanya membuat aturan memberatkan masyarakat. Makanya, perlu ada regulasi dan tata kelola, sehingga perlemen pun bisa mereservasi, lebih mengedepankan kepentingan rakyatnya dari pada kepentingan partai,”tandas Luthfi.
Terkait dengan lelang kinerja dan lelang jabatan, pihaknya menyampaikan agar kegiatan itu tidak terkesan formalitas saja, tetapi perlu juga disampaikan kepada publik. Karena masyarakat juga butuh tahu proses tersebut transparansinya seperti apa.
Sementara itu, Arif Wahyudi Anggota DPRD Kota Malang, secara spesifik menyampaikan, bahwa masyarakat menagih realisasi Pasar Blimbing, Pasar Gadang Jeging Track dan Pasar Besar. Arif menyatakan perlunya langkah tegas dan keberanian, agar tidak tekatung-katung.
“Saya hanya mengingatkan kepada Pak Wali Kota Malang, untuk mempertimbangkan langkah tegas, terhadap persoalan yang sudah bertahun-tahun tidak jelas nasibnya, dilanjutkan apa di hentikan ini sangat penting,”tuturnya.
Ketua PWI Malang Ariful Huda menyampikan, kegiatan ini merupakan kerjasama antara PWI dengan FISIP UB. Ia berharap masukan yang diberikan kepada Wali Kota Malang dapat menjadi pertimbangan dalam kebijakan sehingga harapan menuju Kota Malang bermartabat bisa terwujud. [mut]

Tags: