Wali Kota Batu Beri Penghargaan bagi Desa Berdaya

Wali Kota Batu, Dra. Hj. Dewanti Rumpoko, M.Si saat memberikan SK Kenaikan Pangkat ASN dalam HUT Kota Batu ke-18, Kamis (17/10)

Pemkot Batu, Bhirawa
Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Batu ke-18, Wali Kota Batu Dra. Hj. Dewanti Rumpoko, M.Si mengajak aparat dan masyarakat untuk lebih memberdayakan Desa dengan segala potensinya.
Hal ini disampaikan Wali Kota dalam upacara HUT yang dilaksanakan di Stadion Brantas, Kamis (17/10). Acara dilanjutkan dengan tasyakuran di Balaikota yang ditandai dengan penganugerahan Waranugraha Among Desa (WAD) kepada Desa berdaya.
Dewanti mengatakan bahwa tema peringatan Hari Jadi ke-18 Kota Batu adalah Berdaya Desaku, Berjaya Kotaku. Sehubungan dengan tema ini terdapat suatu keterkaitan satu sama lain dalam hal mengembangkan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Dan saya mengajak segenap seluruh elemen yang ada termasuk kalangan pendidik maupun siswa ikut menguatkan komitmen kebersamaan demi mencapai pembangunan Kota Batu yang lebih baik,” ujar Dewanti dalam sambutannya.
Dalam upacara juga dilakukan penyerahan secara simbolis SK Kenaikan Pangkat ASN, dan senam Perwosi seluruh peserta upacara. Acara dilanjutkan dengan gelar tasyakuran bertempat di Balai Kota Among Tani.
Dalam tasyakuran dilakukan pengenugerahan Waranugraha Among Desa (WAD) kepada Desa berdaya di Kota Batu.
Adapun sebelum penyerahan WAD oleh Wali Kota, terlebih dulu dilaksanakan penilaian oleh Among Tani Foundation (ATF).
Tim Penilaiai ini juga didukung Pusat Studi Kewilayahan dan Penanggulangan Bencana (PusKa-PB) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
Ketua Pelaksana Tim Penilai WAD, Ferry Ramdhany bahwa latar belakang penilaian didasarkan visi misi Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko, Desa Berdaya Kota Berjaya. Tapi kemudian diinisiasi pula adanya informasi di lapangan bahwa masih belum maksimalnya penyerapan atau penggunaan anggaran di Desa.
“Ada 19 indikasi penilaian, dan jika dijumlah termasuk andil tokoh masyarakat yang ikut pengembangan desa maka akan terkumpul 600 poin penilaian,” ujar Ferry.
Ditambahkan Sekretaris PusKa-PB, Yana Syafriani Hajri, bahwa penilaian dilakukan kepada 19 desa dan 5 Kelurahan yang ada di Kota Batu.
“Dan Ada tiga desa yang poinnya memang di bawah 400. Sebenarnya ketiga desa itu bukan karena tidak berkembang, tetapi masih ada beberapa hal yang harus diperbaiki,” ujar Yana.
Faktanya, ketika tim penilai ke lokasi, ketiga Desa ini kedapatan belum siap. Dijelaskan Yana, dari Desa yang ada di Kota Batu, rata-rata paling kecil Rp4 milyar. Bahkan ada pula Desa yang memiliki anggaran mencapai Rp7 milyar per tahunnya.
Persoalan ini menarik perhatian Tim Penilai bahwa anggaran besar ternyata belum menjamin bagi Pemerintah Desa mampu menjalankan pembangunannya dengan baik. “Dan kami akan terus mengawal agar pembangunan dan penggunaan anggaran di Desa bisa berjalan maksimal,” pungkasnya. [nas]

Tags: