Wagub Sebut Kota Malang Lokomotif Digital Jawa Timur

Direktur PDAM Kota Malang Nor Muhlas menerima pengahargaan dari Gubernur Jawa Timur Emil Elistianto Dardak.

Kota Malang, Bhirawa
Pemerintah Kota Malang saat ini sedang serius dalam mengembangkan program kota pintar atau yang biasa disebut dengan smart city.  Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elistianto Dardak, menyebut jika Kota Malang menjadi salah satu lokomotif digital di Jawa Timur.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Wagub Jatim, pada   Malam Penganugerahan Inovasi dan Kreativitas Informasi Digital (AIKID) di Hotel Savana, Rabu 16/10 malam kemarin.
“Bahkan kota pertama yang anak sekolahnya belum lulus tapi dikasih ujian setara profesional IT yang siap kerja di perusahaan besar itu datangnya dari Kota Malang,”ujar  Emil Dardak.
Ia juga menyampaikan,  berbagai prestasi yang telah ditorehkan oleh Kota Malang dalam berbagai tingkatan khususnya di bidang IT, membuat Pemerintah Provinsi Jawa Timur sepakat menjadikan Kota Malang menjadi lokomotif digital.
”Hari ini tanpa digital tidak bisa dituntaskan dengan maksimal, namun inovasi harus diperkuat sesuai kompetensi dasar,” tukasnya.
Secara khusus pihaknya mengapresiasi lomba AIKID yang digelar oleh Pemkot Malang. Menurutnya, Kota Malang patut berbangga karena pengembangan informasi teknologi sangat berkembang daripada daerah lainnya di Indonesia.
Sementara itu,  Wali Kota Malang, H. Sutiaji, menegaskan keseriusan pemerintah dalam mengembangkan kota pintar, salah satunya dengan menuangkan program tersebut dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Malang Tahun 2019 -2024.
“Kita tahu di Indonesia beberapa kota sudah mengembangkan konsep smart city tak terkecuali Kota Malang yang menjadi tolak ukur dalam pengembangan daerah di Jawa Timur,” kata Wali Kota Malang, H. Sutiaji.
“Kita telah mendapatkan penghargaan dari Presiden. Dalam forum bersama kepala daerah beliau menyampaikan jika urusan digital nanti akan diserahkan ke Kota Malang,” tandasnya.
Dikatakan pula, suatu kota atau daerah dapat dikatakan sudah menerapkan program smart city jika telah mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi sampai pasa level tertentu dalam proses tata kelola dan operasional yang terintegrasi.
Integrasi tersebut, lanjut Sutiaji, ditujukan untuk meningkatkan efisiensi, membagikan informasi kepada masyarakat, hingga memperbaiki layanan publik dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan warga.
“Karenanya pengembangan konsep smart city akan dilakukan secara bertahap, karena ada berbagai komponen di dalamnya,” tandasnya.
Dalam upaya mengembangkan program smart city maka ada enam indikator yang harus dicapai suatu daerah. Enam hal itu antara lain, smart people, smart mobility, smart governance, smart economy, smart environment dan smart living.
Saat ini, Pemkot Malang tengah gencar mengembangkan program smart governance dengan tujuan meningkatkan kapasitas pemerintah yang mampu menjalakan fungsinya secara efektif dan efisien.
“Dengan hal itu nantinya akan berdampak kepada kemudahan masyarakat dalam mengakses informasi publik dan bermuara pada kesuksesan pembangunan di Kota Malang,” ucapnya.
Berkaitan dengan hal tersebut ditambah dengan berkembangan teknologi informasi, maka menuntut instansi atau dinas untuk memberikan layanan yang terbaik dengan melakukan berbagai terobosan atau inovasi.
“Dalam mewujudkan 5 konsep smart city lainnya, maka Pemkot Malang bekerjasama dengan berbagai stake holder, termasuk salah satunya menggelar lomba AIKID,” tandasnya. [mut]

Tags: