Wagub Jatim Dorong Bupati/Walikota Bangun PLT Sampah B3

Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak dan Bupati Sidoarjo Saiful Ilah dalam acara di Pendopo Pemkab Sidoarjo

Pemkab Sidoarjo, Bhirawa
Pememrintah Provinsi Jawa Timur mendorong semua bupati/wali kota se Jawa Timur untuk membangun pembangkit listrik tenaga sampah didaerahnya masing-masing. Karena pembangunan PLT (Pembangkit Listrik Tenaga) Sampah tersebut, sebagai upaya mencegah rusaknya lingkungan akibat limbah B3 yang bersumber dari limbah industri.
Itulah dorongan Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak bersama Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah saat menghadiri Festival Inovasi Pemuda yang digelar oleh IPNU Jatim di Pendopo Delta Wibawa Kabupaten Sidoarjo.
Menurutnya, masalah limbah industri, masalah pengolahan sampah dan pembangkit listrik tenaga sampah perlu adanya keseriusan bersama, bagi bupati maupun wali kota di Jawa Timur.
Karena sesuai hasil kordinasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Pusat bahwa ada 12 proyek PLT Sampah yang sudah berjalan di sejumlah daerah di Indonesia.
“Dari 12 proyek PLT Sampah tersebut, dua proyek sampah akan dikerjakan di dua kabupaten di Jawa Timur, jika belasan proyek tersebut rampung dikerjakan. “Namun ada 10 proyek PLT Sampah yang telah diatur dalam Perpres, yang telah mendapatkan harga beli yang baik,” jelas Emil Dardak.
Sedangkan untuk Kabupaten Sidoarjo sendiri masih dalam tahap pengusulan di Presiden dalam membanguan proyek PLT Sampah industry. PLT Sampah Sidoarjo sendiri akan dibangun setelah di dua Kabupaten yaitu Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Lamongan terelaisasi melalui MoU teknologi Jepang dan teknologi Inggris.
“Jadi, di Jawa Timur tempat penanganan limbah industri belum mempunyai, karena saat ini di Indonesia hanya satu tempat yaitu di Kabupaten Cilengsih Jawa Barat dan dikelola oleh teknologi Jepang,” katanya.
Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah juga mengatakan, dengan adanya pembangunan PLT Sampah b3 maupun industry, merupakan sebagai daya dukung bagi industri dengan harapan bisa lebih kompetitif.
Pasalnya, pihak Pemerintah Provinsi Jawa Timur sendiri tidak mau mengorbankan lingkungan ekonomi, yang tidak berkembang. Sehingga harus mewadahi dengan keberadaan fasilitas penanganan limbah industri.
Disisi lain, Bupati Saiful Ilah juga mengatakan kalau kegiatan festival ini merupakan terobosan baru yang dilaksanakan Pemkab Sidoarjo melalui Disporapar dengan harapan meningkatkan kreativitas serta mengembangkan jiwa kewirausahaan pemuda serta bertujuan menciptakan pemuda Sidoarjo berdaya saing sesuai perkembangan zaman.
“Dengan menampilkan berbagai kreativitas kompetisi robot dan iot, game apps, kerajinan dan kuliner makanan ringan yang diikuti puluhan kelompok pemuda se-Kabupaten Sidoarjo,” katanya. [ach]

Tags: