UTD PMI Surabaya Pecahkan Rekor MURI

Petugas UTD PMI Kota Surabaya saat menjukkan stok darah. (achmad tauriq/bhirawa)

(Terima Pendonor Terbanyak se Indonesia Setiap Tahunnya)

Surabaya, Bhirawa
Memperingati HUT PMI ke 74 menjadikan momentum yang sangat penting karena Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surabaya dan Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kota Surabaya telah memecahkan rekor MURI sebagai penerima pendonor darah terbanyak se Indonesia setiap tahunnya.
Wakil Ketua I PMI Kota Surabaya, Ir Tri Siswanto MM saat dikonfirmasi Bhirawa, Kamis (10/10) kemarin mengungkapkan selain memecahkan rekor MURI, UTD PMI Surabaya ini juga yang pertama kali menerima sertifikat CPOB dari Badan POM.
“Sejak tahun 2012-2018, PMI Kota Surabaya menerima penghargaan dengan jumlah donor darah sukarela 100 kali terbanyak se Indonesia. Dan untuk mendapatkan rekor MURI ini juga membutuhkan waktu hampir 1,5 tahun,” terangnya.
Tri Siswanto menambahkan selain menerima rekor MURI bagi pendonor terbanyak, nantinya akan ada lagi rekor MURI yang diberikan ke PMI Surabaya diantaranya akan diberikan kepada Totok Sudarto sebagai penggerak donor darah sukarela terbanyak yang setiap bulannya mencapai seribu orng pendonor.
“Kalau di total dalam satu tahun maka Totok Sudarto telah menggerakkan 12 ribu orang pendonor. Selanjutnya yang memperoleh rekor MURI adalah keluarga Prijadi sebagai penyumbang PMI berkesinambungan terlama mulai dari kakek, bapak dan puteranya,” ujarnya.
Direktur UTD PMI Kota Surabaya, Dr Hj Budi Arifah mengatakan akan mempertahankan stok darah yang ada hingga nantinya bisa didistribusikan ke daerah-daerah Jawa Timur dan diluar pulau Jawa. “Tidak hanya menjaga stok darah, tapi kami juga menjaga darah yang kami distribusikan ini bebas dari penyakit sehingga layak di donorkan bagi yang membutuhkan,” jelasnya.
Selain itu UTD PMI Kota Surabaya juga banyak mengadakan sosialisasi kepada anak-anak muda usia sekolah dan perguruan tinggi yang kedepannya nanti bisa menjadi pendonor lestari atau pendonor rutin. “Kami setiap tahunnya mengadakan penyuluhan-penyuluhan di sekolah SMP, SMA dan perguruan tinggi selain itu juga melakukan talkshow agar tergerah hatinya untuk melakukan donor darah dan menunjukkan manfaat dari donor darah itu untuk menjaga kesehatan,” katanya.
Selain itu tak hanya melakukan sosialisasi di sekolah dan perguruan tinggi, akan tetapi UTD juga membuka kesempatan bagi siswa-siswa usia dini untuk datang ke UTD untuk melihat proses pengambilan darah hingga distribusi darah.
“Jadi banyak juga sekolah-sekolah yang datang ke UTD untuk melihat proses pengolahan darah dan kami persilahkan karena ini akan membantu kami memberikan kesadaran bagi kaum muda untuk bisa saling tolong menolong bagi yang membutuhkan darah,” pungkas Budi Arifah.[riq]

Rate this article!
Tags: