TPT Jatim Turun 0,03 Persen, Didominasi Lulusan SMK

Pemprov Jastim, Bhirawa
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) adalah indikator yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat penawaran tenaga kerja yang tidak digunakan atau tidak terserap oleh pasar kerja. TPT Jatim pada Februari 2019 sebesar 3,83 persen, mengalami penurunan 0,03 poin dibanding TPT Februari 2018 sebesar 3,85 persen.
Kepala BPS Jatim, Teguh Pramono menyampaikan, keadaan ketenagakerjaan Jatim, Februari 2019, jika dilihat dari daerah tempat tinggalnya, TPT di daerah perkotaan Jatim lebih tinggi dibandingkan TPT di daerah perdesaannya.
Pada Februari 2019, TPT perkotaan sebesar 4,78persen, sedangkan TPT perdesaan sebesar 2,79 persen. Meski TPT perkotaan konsisten lebih tinggi dibandingkan TPT perdesaan, dibandingkan setahun yang lalu TPT di daerah perkotaan Jatim pada Februari 2019 mengalami penurunan sebesar 0,34 poin.
“Sebaliknya, TPT perdesaan justru mengalami peningkatan sebesar 0,24poin,” katanya, kemarin. Jika dilihat dari tingkat pendidikan yang ditamatkan pada Februari 2019, TPT untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) masih mendominasi diantara tingkat pendidikan yang lain, yaitu sebesar 6,84persen.
TPT tertinggi berikutnya terdapat pada pendidikan Diploma sebesar 6,13 persen. Sebaliknya, TPT terendah terdapat pada pendidikan SD kebawah sebesar 2,01persen. “Penduduk dengan pendidikan rendah cenderung menerima tawaran pekerjaan apa saja,” ujarnya.
Dibandingkan Februari 2018, TPT lulusan SMK dan Diploma mengalami penurunan, masing-masing sebesar 2,23 persen poin dan 0,97 persen poin, sedangkan untuk pendidikan yang lain mengalami kenaikan.
“Kenaikan TPT tertinggi selama setahun terakhir (Februari 2018 – Februari 2019) terjadi pada lulusan SMA sebesar 0,63persen poin,” ujarnya.
Sementara, jumlah angkatan kerja di Jatim pada Februari 2019 sebanyak 21,59 juta orang, naik 584 ribu orang dibanding Februari 2018. Komponen pembentuk angkatan kerja adalah penduduk yang bekerja dan pengangguran.
Pada Februari 2019, sebanyak 20,76 juta orang penduduk di Jatim bekerja sedangkan sebanyak 0,83 juta orang menganggur. Dibanding setahun yang lalu, jumlah penduduk bekerja bertambah 567 ribu orang dan penganggur bertambah sekitar 17 ribu orang.
Sejalan dengan naiknya jumlah angkatan kerja, Tingkat PartisipasiAngkatan Kerja (TPAK) di Jatim juga meningkat. TPAK pada Februari 2019 tercatat sebesar 70,02 persen, meningkat 1,31 persen poin dibanding setahun yang lalu.
Kenaikan TPAK memberikan indikasi adanya kenaikan potensi ekonomi dari sisi pasokan (supply) tenaga kerja. Berdasarkan jenis kelamin, masih terdapat perbedaan mencolok diantara TPAK laki laki dan TPAK perempuan.
Pada Februari 2019, TPAK laki-laki sebesar 83,84 persen, sedangkan TPAK perempuan hanya sebesar 56,79 persen. Dibandingkan dengan kondisi setahun yang lalu, TPAK Laki-laki dan perempuan masing-masing meningkat sebesar 0,64persen poin dan 1,95 persen poin. [rac]

Tags: