TPS Resmikan Jembatan Penghubung Desa Pagersari dan Gombong

Peresmian jembatan penghubung TPS.

Surabaya, Bhirawa
Desa Pagersari dan desa Gombong terlihat ramai pengunjung. Ternyata, tim Terminal Petikemas Surabaya, perusahaan operator terminal petikemas yang merupakan anak perusahaan Pelindo III sedang berkunjung. Undangan yang hadir terdiri dari perangkat desa dan penduduk setempat, Direksi Terminal Petikemas Surabaya (TPS), serta tak ketinggalan, tamu kehormatan, Direktur Teknik Pelindo III, Joko Noerhudha. Direksi Pelindo III tersebut tidak hadir sendiri, tetapi bersama dengan penghobi kendaraan bermotor (riders) serta penggemar olah raga bersepeda (bikers) di lingkungan Pelindo III Grup.
Obrolan santai di antara yang hadir mengiringi senyum bahagia di wajah warga desa Pagersari dan desa Gombong Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang. Kunjungan TPS dan tamu-tamu kehormatan itu adalah dalam rangka peresmian jembatan penghubung antara desa Pagersari dan desa Gombong Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang.
Terletak di pelosok, desa Pagersari dan desa Gombong merupakan dua desa yang dipisahkan oleh aliran sungai. Mayoritas mata pencaharian warga di kedua desa ini adalah sebagai peternak sapi perah yang menghasilkan susu rata-rata 1000 liter/hari.
Sungai yang memisahkan kedua desa cukup memberikan tantangan, baik terhadap akses ekonomi, dalam hal ini menyalurkan susu sapi yang diproduksi, maupun terhadap akses pendidikan. Oleh karena itu, kehadiran jembatan penghubung antar desa merupakan fasilitas yang sangat mendukung perkembangan desa.
Kondisi jembatan yang sebelumnya ada, jauh dari layak dan aman. Hal ini membuat warga harus menempuh jarak yang lebih jauh untuk melakukan distribusi produk susu sapinya. Jembatan kecil yang hanya terbuat dari sesek bambu itu, kadang dipaksakan untuk dapat dilewati sepeda motor yang mengangkut rumput sebagai pakan ternak atau produk susu sapi hasil perahan warga.
Di musim hujan, jembatan bambu terkadang rusak sehingga tidak dapat difungsikan. Jika kerusakan terjadi, anak-anak warga desa yang akan berangkat dan pulang sekolah, harus berjalan jauh, atau bahkan mengambil risiko menyeberangi jembatan darurat yang dipakai sementara oleh warga (hanya beralas batang pohon, untuk menyeberangi sungai dengan aliran yang deras).
Kini warga tidak perlu khawatir. Dibangunnya jembatan beton dengan panjang 12 meter dan lebar 2.5 meter ini oleh TPS membuat jembatan dapat dilewati kendaraan seperti sepeda motor dan mobil yang berkapasitas maksimal 2 ton. “Jembatan ini sangat membantu kami, kini distribusi produk susu perah kami sangat cepat dan mudah, warga termasuk anak-anak pun mendapatkan akses jalan yang lebih mudah dan aman”, ungkap Jarwoto, Kepala Desa Pagersari.
Pembangunan jembatan ini merupakan salah satu bentuk Corporate Social Responsibility (CSR) TPS, yang dibangun melalui program Pembangunan Jembatan Untuk Negeri. Sebelum peresmian jembatan penghubung ini, sudah ada dua jembatan penghubung lainnya yang dibangun TPS dan diserahterimakan kepada warga, yakni jembatan penghubung desa Pordapor dan desa Tambuko Sumenep Madura, serta jembatan penghubung antar desa Campoan dan Dusun Lucu Kabupaten Situbondo
Para riders dan bikers Pelindo III Group hadir di tengah-tengah warga desa Pagersari Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang, berkesempatan menyalurkan hobi sekaligus melakukan kegiatan sosial. “Kegiatan hari ini merupakan kegiatan positif untuk kita semua, harapannya ke depan Pelindo III Group dapat lebih dekat dengan warga-warga di seluruh pelosok Indonesia, terlebih kita punya cabang pelabuhan dan anak serta cucu usaha yang tersebar di 7 provinsi Indonesia,” ungkap Joko Noerhudha. [ma]

Tags: