Tingkatkan Ketrampilan Siswa, Optimalkan Komite Sekolah

Para siswa SDN Sumurjalak II Plumpang Tuban saat sedang membuat ketrampilan seperti membuat bunga dari kertas, membuat bros dari bahan kain perca, Sabtu (18/5).

Tuban, Bhirawa
Sabtu (18/5) pagi itu, suasana di SDN Sumurjalak II lain dari biasanya. Para siswa berkerumun dengan dipandu oleh pengurus komite membuat ketrampilan. Ada yang membuat bunga dari kertas, membuat bros dari bahan kain perca, dan membuat songketan dari benang.
Sengaja pengurus komite datang ke sekolah sesuai dengan perannya untuk meningkatkan mutu pelayanan dengan memberikan pertimbangan, arah, dan dukungan tenaga, sarana, dan prasarana serta pengawasan pada tingkat satuan Pendidikan.
Pengurus komite pagi itu memberikan materi kepada para siswa kelas VI yang telah menyelesaikan seluruh rangkaian ujian. Waktu luang untuk kelas VI biasanya dimanfaatkan untuk latihan pentas seni yang akan digelar Bersama acara halal bi halal setelah lebaran mendatang.
Ada 3 tutor pagi itu. Bu Sri Lestari mengajarkan menyongket. Bu Ratna mengajar membuat bunga. Bu Indra mengajar membuat bros dari kain perca. Siswa sangat antusias mengikuti kegiatan ini.
“Belajar ketrampilan itu penting, supaya nanti kalian bisa menciptakan lapangan kerja sendiri.” Kata Bu Sri Lestari. Pihak sekolah terutama guru kelas VI, Sriyatni, memberi kesempatan pengurus komite untuk berbagi. Hal ini agar pendidikan bukan hanya tanggungjawab sekolah dan guru semata namun, perlu dukungan dari berbagi pihak terutama komite sekolah.
Dengan sinergi yang baik antara sekolah dan komite dapat menjadi jembatan pihak sekolah dan walimurid. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan. Dengan adanya kerjasama dan dukungan yang kuat dari komite sekolah diharapkan program-program sekolah dapat berjalan dengan lancar.
Komite sekolah dibentuk dengan tujuan, mewadahi dan menyalurkan aspirasi dan prakarsa masyarakat dalam melahirkan kebijakan operasional dan program Pendidikan. Meningkatkan tanggung jawab dan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan. Menciptakan suasana dan kondisi transparan, akuntabel, dan demokratis dalam penyelenggaraan dalam pelayanan pendidikan yang bermutu di satuan Pendidikan.
“Bu, bagus atau tidak bros buatanku ini?” tanya Riska.
Sungguh pengalaman yang cukup menyenangkan. Belajar bukan hanya dari guru, dapat juga bersumber dari bahan bacaan dan dari pihak lain. Dengan pengalaman baru diharapkan siswa lebih mencintai belajar dan terampil membuat benda yang mereka perlukan sehari-hari.
Bahan yang digunakan juga beragam, bisa dari bahan daur ulang yang ada di lingkungan sekitar. Dengan demikian diharapkan kebermaknaan dalam belajar akan membekas di hati para siswa.
[Sriyatni, SPd.SD, Guru SDN Sumurjalak II Plumpang, Tuban]

Tags: