Tingkatkan Karakter Kepala Sekolah Pemerintahan Kabupaten Bondowoso

Wakil Bupati Bondowoso, Irwan Bachtiar Rahmat saat menyampaikan sambutannya. [ihsan kholil]

Workshop Penguatan Manajemen
Bondowoso, Bhirawa
Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), menggelar workshop penguatan managemen kepala sekolah, yang berlangsung sejak, Selasa (22/10) di Hotel Palm.
Workshop dikuti kepala sekolah tingkat SD dan SMP. Yang terdiri dari tiga angkatan, dan dari data yang diperoleh, angkatan pertama sebanyak 114 dan angkatan kedua sebanyak 166 orang. Sementara angkatan ketiga berjumlah 144.
Wakil Bupati Bondowoso, H Irwan Bachtiar Rahmat SE MSi menjelaskan, dalam sambutannya, kegiatan ini untuk penguatan karakter kepala sekolah bidang administrator, supervisor, dan managerial utamanya.
“Sekolah bisa maju tergantung peran sekolah, bagaimana memperlakukan antara bawahan dan atasan sudah tidak ada lagi. Harus dianggap sebagai teman, mitra dan sebagainya,” jelasnya, Kamis (24/10).
Menurutnya, kepala sekolah harus menjaga integritas, karena peran sekolah punya peran penting. Jangan sampai ada perselingkuhan anatara kepala sekolah dan guru.
Sementara itu, Pembantu bagian keterangaan pada Disdikbud Kabupaten Bondowoso mengatakan, kegiatan Ini sudah angkatan ketiga. Dan sifatnya wajib bagi kepala sekolah untuk mengikutinya.
“Karena kalau tak mengikuti penguatan Kasek. Pertama Kepsek tak punya hak penandatanganan ijazah, itu aturan yang baru. Yang kedua, tidak berhak atas tunjangan Kasek diberlakukan mulai April 2020,” katanya.
Ketika ditanya, terkait perselingkuhan Kepsek, sejauh ini tidak ada kejadian, hanya saja banyak angka perceraian kepala sekolah maupun guru. ”Makanya Pak Wabup meminta tidak ada perselingkuhan. Perselingkuhan kita cukup tinggi, ada yang guru dengan guru, sepertinya data itu ada,” jelasnya.
Namun tidak disampaikan secara detail. Akan tetapi sebagai pengelola data, diketahui hampir setiap tahun ada tujuh sampai delapan orang yang diproses. ”Ini demi kebaikan bersama, makanya pak Wabup turun agar tak terjadi lagi. Sudah selesai semuanya, kalau masuk ke ketanagaan semuanya sudah diproses, kalau yang lain tidak ada,” sambungnya.
Tentunya, lanjutnya menegaskan, bagi kepala sekolah atau guru yang melakukan tindakan indisipliner, pasti ada sanksi. ”Hanya penurunan pangkat, baik itu berakala maupun kenaikan pangkat secara periodik. Menurut aturan seperti itu,” tegasnya. [mb11]

Tags: