Timses Capres 02 Tolak Hasil Rekapitulasi KPU Kabupaten Nganjuk

Ketua DPC Partai Gerindra Nganjuk, Sukarno yang juga ketua Timses Capres 02 di tingkat Kabupaten Nganjuk menolak hasil rekapitulasi yang dilakukan oleh KPU Nganjuk.(ristika/bhirawa)

Nganjuk, Bhirawa
Ketua DPC Partai Gerindra Nganjuk, Sukarno menolak hasil rekapitulasi hasil pemilihan presiden (Pilpres) 2019 tingkat KPU Kabupaten Nganjuk. Mereka menilai terdapat prosedur pengitungan suara yang tidak transparan serta berbagai indikasi kecurangan dalam proses Pemilu yang digelar 17 April silam.
Hasil rekapitulasi untuk Pilpres tingkat Kabupaten Nganjuk yang baru tuntas Rabu (1/5) malam, pasangan Capres-Cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin unggul telak dari pasangan nomor urut 02 Prabowo-Sandi. Pasangan 01 memperoleh 541.179 suara atau sekitar 80,39 persen. Sedangkan pasangan 02 mendapat 131.953 suara atau sekitar 19,61 persen.
Sedangkan jumlah surat suara yang masuk sebanyak 693.770 suara. Rinciannya, suara sah sebanyak 673.132 suara dan suara tidak sah sebanyak 20.638 suara dengan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) di Kabupaten Nganjuk sebanyak 859.478 jiwa.
Dengan hasil tersebut, Sukarno yang juga ketua tim badan pemenangan Capres-Cawapres nomor urut 02, Prabowo-Sandi, menolak menandatangani berita acara rekapitulasi. “Saya memang sengaja tidak tandatangan berita acara rekapitulasi, karena memang ada beberapa temuan. Misalnya, di Kecamatan Ngluyu, salinan C1, kan harusnya dipajang selama tujuh hari. Tapi itu nggak ada sama sekali,” kata Sukarno usai mengikuti proses rekapitulasi tingkat Kabupaten Nganjuk.
Terkait hal itu, Sukarno mengaku sebelumnya memang belum melayangkan protes secara resmi ke KPU Nganjuk. Namun, dia menyebut sudah pernah menyampaikan permasalahan tersebut secara lisan kepada komisioner Bawaslu Nganjuk. “Adanya mal prosedur sudah kita sampaikan ke Bawaslu. Ada yang sebagian setelah kita komplain, salinan C1 itu dipasang, tetapi ada juga yang bandel. Sehingga kita kesulitan untuk mencari C1 pilpres,” imbuh Sukarno.
Menanggapi sikap tim sukses Capres-cawapres 02, Ketua KPU Nganjuk Yudha Harnanto mengatakan, pihaknya tidak mempermasalahkan saksi dari Capres-Cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandi tidak mau menandatangani berita acara rekapitulasi hasil Pilpres 2019. Menurutnya, tindakan itu tidak mempengaruhi proses rekapitulasi hasil Pilpres di tingkat Kabupaten Nganjuk. “Untuk saksi yang tidak mau mendantangani, disediakan formulir khusus untuk keberatan,” kata Yudha.
Dikatakann Yudha, pelaksanaan rekapitulasi hasil Pilpres dan Pileg 2019 di Kabupaten Nganjuk sudah selesai dilakukan Rabu malam sekitar pukul 21.00 WIB. Hasilnya langsung dikirim ke KPU Provinsi Jatim malam itu juga.(ris)

Tags: