Tim TAV SMKN 7 Raih Juara I dan III IRO 2019

Tim Elcom III dan II SMKN 7 surabaya rayakan kemenangan usai meraih Juara I dan III di IRO 2019.

Upaya Mengasah Jiwa Kompetitif Siswa
Surabaya, Bhirawa
Teknik Audio Visual (TAV) SMKN 7 Surabaya sukses meraih juara I dan juara III tingkat nasional di kejuaraan Indonesia Robotic Olympiad (IRO) 2019 yang diselenggarakan Institute Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, 6-7 September 2019 lalu ini.
Dalam kompetisi ini, SMKN 7 Surabaya sendiri mengeluarkan 7 tim untuk bertanding dalam kategori “Lego Programming Senior High School”. Diungkapkan anggota tim Elcom III yang meraih juara I, Aliyah Mitha Ardhana menuturkan dalam kompetisi tersebut, peserta dituntut untuk mengedit program agar bisa berjalan sesuai dengan circuit yang telah dibuat. Peserta diberi kesempatan untuk trial yang meliputi pembuataan program dan simulasi. Serta pengambilan nilai dalam kurun waktu satu setengah jam.
“Ada tiga robot dan misinya yang harus kita taklukkan. Ada robot arm yang misinya untuk memindahkan suatu barang dengan sensor warna. Kemudian ada robot conveyor yang misinya untuk memisahkan warna dan panjang,” tutur dia.
Sedangkan untuk robot plotter, peserta diminta untuk memprogram robot untuk menulis diatas kertas pola. Sehingga hasil tulisan pen melintasi kotak yang ditentukan dari start sampai finish tanpa keluar. Penalty akan diberikan bila hasil tulisan keluar dari pola kotak yang ditentukan.
“Dari tiga robot itu, kendala kami di robot plotter. Karena ini main logika. Kalau salah perhitungan sedikit, robot akan keluar dari lintasan kotak,” ujar dia.
Ke depan, pihaknya berencana untuk aktif mengikuti kompetisi yang berbasis teknologi tepat guna dan IoT (Internet of Think). Sebab, pengalaman berkompetisi menjadi penting bagi pihaknya untuk mengasah kemampuan.
Sementara itu, Kepala program studi Teknik Audio Video (TAV), Rodhiyatul Jannah menuturkan capaian prestasi yang ditorehkan siswanya merupakan hal yang membanggakan. Karena, ia menilai siswa mampu mengisi kegiatan mereka dengan hal-hal yang positif dan bermanfaat bagi pendidikan mereka.
“Mereka punya bekal untuk masa depan nya. Apalagi anak muda sekarang harus melek IT dan teknologi. Sehingga kita mendukung dan memberikan wadah serta kesempatan untuk kompetisi di bisang apapun,” lanjut dia.
Terlebih, bagi mereka yang juara di IRO 2019 secara otomatis akan diterima di ITS. Sehingga hal tersebut juga memacu motivasi siswa lain untuk juga berkompetisi. Dengan banyaknya kompetisi yang diikuti akan mengasah mental kompetitif siswanya.
“Setiap kompetisi kita tidak pernah mentargetkan juara. Kita beri mereka (siswa) kebebasan. Yang terpenting kita kasih motivasi bahwa pembelajaran akan ada hasilnya jika itu dikerjakan dari dirinya,” pungkas dia.

Tingkatkan Jiwa Kompetitif Siswa, Dirikan HSPK
Prestasi yang ditorehkan siswa jurusan TAV SMKN 7 Surabaya tidak lepas dari peran Himpunan Siswa Program Keahlian (HSPK) yang beru diterapkan Februari lalu ini. Himpunan ini dibentuk untuk memacu siswa dalam meningkatkan prestasi dan kompetensi baik antar siswa maupun guru.
Dikatakan Kepala SMKN 7 Surabaya, Mudianto, himpunan tersebut didirikan tidak lain untuk membentuk sikap leadership, organisasi, dan manajerial dalam diri siswa. Di samping itu, juga menyiapkan diri dalam menghadapi era digitalisasi.
“Program besar kami itu digital mindset. Kami ingin warga sekolah paham terhadap digital. Harus mau berani dan menyongsong revolusi industri 4.0. di mana ini berbasis digital, IoT dan robot. Jadi anak-anak kami siapkan kesana,” tutur dia.
Dan hal tersebut, sambung dia, bagian dari kegiatan ekstrakulikuler siswa. Jadi tidak melulu terikat dengan olahraga atau seni. Tapi juga produktif dalam hal asah keterampilan.
“Dan ini (prestasi) wujud dari sebagian yang kami lakukan. Kami memberikan ruang dan support dalam menyambut revolusi industry agar mereka tidak gagap teknologi. Di sekolah pun sering dilakukan pelatihan VR (virtual reality), AR (augmented reality),IoT dan robotika yang bekerjasama dengan perguruan tinggi dan PT Bosch,” jelas dia.
Harapannya, kata dia, dengan adanya himpunan dan berbagai pelatihan juga kompetisi bisa mengembangkan prestasi siswa. Terutama dibidang akademik maupun non akademik.
“Karena saya yakin prestasi diluar sekolah akan mendukung masa depan mereka,” lanjutnya. Sebab, menurut Mudianto, dari prestasi akan menghasilkan kompetisi dan kerjasama dalam membangun jaringan. Karena hal itu yang dibutuhkan dalam dunia industri. [ina]

Tags: