Tim Satgas Pangan Polda Jatim Amankan 500 Ton Pabrik Mamin Ilegal

Petugas Tim Satgas Pangan Polda Jatim saat menunjukkan barang bukti hasil penggerebekan. [achmad suprayogi/bhirawa]

Sidoarjo, Bhirawa
Tim Satgas Pangan Polda Jatim berhasil menggerebek sebuah pabrik makanan/minuman ringan yang diduga berkemasan illegal, dan berbahan baku tawas, serta bumbu penyedap kadaluwarsa. Petugas juga mengamankan sekitar 500 ton makanan ringan siap kirim.
Dalam penggerebekan yang dilakukan pada, Kamis(14/3), Polisi juga mengamankan seorang pengelola usaha pemilik yang berinisial Dv 48 warga Kendangsari, Surabaya, sekaligus pemilik UD Davis yang terletak di Dusun Dodokan, Desa Tanjungsari, Kec Taman, Sidoarjo.
Menurut Kombes Pol A Yusep, Dirreskrimsus Polda Jatim, pihaknya sebelum berhasil melakukan penggerebekan ini telah melalui pengintaian selama sepekan. Karena perusahan ini selain memproduksi makanan ringan yang mengandung bahan berbahaya jika dimakan, juga diketahui tak berizin alias illegal.
“Jenis makanan yang diproduksi diantarannya pilus, dengan aneka rasa ini diketahui menggunakan zat kimia berbahaya jenis tawas dan bumbu penyedap rasa yang sudah kadaluwarsa,” katanya.
Selain mengamankan ratusan ton makanan ringan siap kirim, juga belasan mesin produksi berikut bahan bakunya. Dari hasil pemeriksaan petugas diketahui jika produksi makanan ringan berbahan baku tawas dan bumbu penyedap rasa kadaluwarsa ini berlangsung sejak tiga tahun, dengan daerah pemasaran di sejumlah kota besar di Jatim.
“Diantaranya adalah wilayah Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto dan Jember. Tidak main-main, dalam sehari pabrik makanan ringan ilegal yang menempati sebuah gudang di pinggiran kota ini mampu memproduksi 500 ton per bulan dengan omset sekitar Rp300 juta,” jelas A Yusep.
Untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut, kini tempat kejadian pabrik makanan ringan ilegal ini ditutup untuk umum. Delapan karyawan berikut seorang pemilik dan pengelola pabrik diamankan di Mapolda Jatim Surabaya untuk menjalani proses pemeriksaan.
Sementara itu, Veronika dari BPOM Bidang Penindakan Jatim mengatakan, makanan ini sangat berbahaya kalau dikonsumsi anak – anak, karena bisa merusak tenggorakan dan pencernaan. Apalagi diusia anak – anak yang organ tubuhnya sangat rentan terhadap berbagai macam penyakit.
“Kalau makanan ini dikonsumsi secara berlebihan oleh anak-anak bisa menimbulkan iritasi pada pencernaan, bahkan juga sampai merusak ginjal. Untuk tawas ini dalam aturannya juga tidak diperbolehkan sebagai bahan campuran makanan,” jelasnya. [ach]

Tags: