Tim Satgas Pangan Kota Batu Temukan Makanan Kedaluwarsa

Tim Satgas Pangan yang dipimpin Wakil Walikota Batu, Punjul Santoso (baju batik merah) saat melakukan sidak mamin di Pasar Besar Batu dan sejumlah toko modern, Selasa (28/5).

Kota Batu,Bhirawa
Satgas Pangan Kota Batu kembali menggelar operasi pasar dan inspeksi mendadak (sidak) makanan dan minuman (mamin) di Pasar Besar dan sejumlah toko modern di Kota Batu, Selasa (28/5). Hasilnya, ditemukan beberapa makanan yang telah kadaluarsa tetap dijual di toko modern. Sedangkan di di Pasar Besar Batu ditemukan beberapa makanan yang dijual kondisinya tidak higienis dan diduga ada campuran bahan pengawet atau boraks.
Diketahui, kemarin Tim Satgas Pangan yang terdiri dari Polisi, Diskumdag Batu, MUI Batu, Lembaga Perlindungan Konsumen (LPK) melakukan sidak dipimpin langsung Wakil Walikota Batu, H.Punjul Santoso bersama Kasat Reskrim Polres Batu, AKP Anton Widodo.
Saat sidak mamin di Lippo Plaza Batu, ditemukan 6 daging yang telah kadaluarsa. Meskipun dijual dalam pendingin, beberapa macam daging mulai dari daging sapi, daging ayam, dan ikan tercatat telah kadaluarsa pada 25 Mei 2019. Ada juga makanan sejenis jelly yang tetap dijual meskipun kondisinya sudah kadaluwarsa.
“Kita juga menemukan ada produk tahu tofu yang tertulis produk dari China namun juga tertulis ijinnya PIRT (Produk Industri rumah Tangga-red). Ini jelas masyarakat agar produk ini nampak seperti produk asal luar negeri,”ujar Punjul Santoso, Selasa (28/5).
Dengan temuan ini, Punjul meminta agar petugas lebih teliti lagi memeriksa barang yang masuk. Karena dimungkinkan juga adanya produk yang kadaluarsa hal bisa masuk akibat kelalaian petugas. Untuk itu ia meminta agar Tim Satgas Pangan menindak tegas adanya kelalaian ini atau bahkan adanya unsur kesengajaan.
Menanggapi hal ini, Kasat Reskrim Polres Batu AKP Anton Widodo menyampaikan bahwa pihak toko harus menjaga kepercayaan konsumen. “Kita akan selidiki apakah adanya makanan kadaluwarsa ini akibat kelalaian atau ada unsur kesengajaan. Dan kita juga memerintahkan kepada manajemen toko modern ini untuk segera menarik semua barang yang kedapatan sudah kadaluwarsa,”ujar Anton.
Adapun saat melakukan sidak di Pasar Besar Batu, Tim Satgas Pangan menemukan banyak makanan kolak seperti jelly, dawet, kolang kaling, dan cincau yang kondisinya tidak higienis atau tidak sehat. Semua makanan tersebut disajikan di wadah yang tak selayaknya. Misalnya untuk wadah cao atau dawet ditempatkan di kaleng kotor bekas. Ada juga produk jelly yang dijajakan juga terpapar sinar matahari secara langsung sehingga membuat produk akan cepat rusak.
“Untuk makanan bahan kolak ada yang tidak higienis ini semua langsung kami beli, dan bukan kita sita. Kemudian semuanya akan dilakukan uji lab apakah makanan tersebut mengandung bahan berbahaya seperti boraks atau tidak,” tegas Punjul.
Saat pemantauan harga serta kualitas daging, tim menemukan harga masih normal dengan rata-rata harga Rp 110 ribu per Kg untuk daging kualitas bagus. Adapun kenaikan maksimal di harga Rp 150 ribu per Kg menjelang H-3 Idul Fitri. Begitu juga dengan harga daging ayam. Punjul menyampaikan dari hasil sidak di beberapa pasar, untuk kenaikan harga masih normal dan fluktuatif. “Dari hasil sidak yang kami gelar harga masih normal. Ada kenaikan di atas HET namun masih terjangkau,” pungkas Punjul.(nas)

Tags: