Tim Buser Satreskrim Polres Situbondo Amankan Kurir Sabu Antar Pulau

Tim Buser Satreskrim Polres Situbondo saat mengamankan pelaku yang mengaku seorang kurir di Mapolres Situbondo Selasa (27/).  [sawawi/bhirawa]

Situbondo, Bhirawa
Tim Buser Satreskrim Mapolres Situbondo berhasil mengamankan seorang warga yang diduga kuat sebagai kurir sabu antar pulau di terminal Situbondo, Selasa (2/8).
Penangkapan kasus ini dipimpin langsung KBO Reskrim IPDA Gede Sukarmadiyasah bersama Kanit Resmob Aiptu I Wayan Parka dan sejumlah anggota Resmob dan Satintelkam.
Penangkapan itu bermula dari adanya informasi masyarakat terkait adanya transaksi atau pengiriman sabu sabu melalui jalur darat.
Usai menerima informasi tersebut, tim gabungan memeriksa sejumlah bus yang parkir diterminal. Setelah ditindak lanjuti polisi lalu melakukan penyelidikan kemudian tim gabungan mengadakan pengawasan di lokasi terminal Situbondo.
Baru beberapa jam lamanya IPDA Gede Sukarmadiyasah bersama anggota melakukan pemeriksaan dan penggeledahan terhadap bus yang diduga digunakan kurir narkoba dari Madura menuju Situbondo.
“Dari hasil penggeledahan ditemukan 1 klip plastik berisi sabu dengan berat 13,48 gram,” aku Gede.
Masih menurut Gede, setelah barang bukti tersebut ditimbang yang terbungkus rokok ternyata barang haram tersebut dibawa oleh SN (23) asal Desa Tlogosari Kabupaten Bondowoso.
Selanjutnya, urai Gede, tersangka diamankan ke Mapolres Situbondo dan diserahkan ke Satnarkoba guna menjalani proses penyidikan.
“Saat ini tersangka masih intensif diperiksa tim penyidik Satnarkoba,” ujar Gede.
Terpisah, Kasubbag Humas IPTU Nanang Priyambodo menegaskan, dari hasil keterangan tersangka diduga kuat berstatus sebagai kurir dari Madura.
Rencananya, lanjut Nanang, barang tersebut akan dikirim ke Banyuwangi namun belum sampai ke tujuan barang tersebut keburu berhasil digagalkan oleh jajaran Satreskrim Mapolres Situbondo.
“Tim Satnarkoba bersama Satreskrim kini terus mengembangkan siapa pemilik sebenarnya sabu-sabu dari Madura tersebut. Karena menurut pengakuan sang kurir, dia dihubungi dan diberi satu paket oleh orang yang tidak dikenal untuk dikirim ke alamat yang dituju,” pungkas Nanang Priyambodo. [awi]

Tags: