Terpisah Dua Kloter 1.017 Calon Haji Pamekasan Diberangkatkan

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam, bersama Forpimda, didampingi kepala Kemenag Pamekasan, Affandi, berangkatkan jemaah calon haji.

Pamekasan, Bhirawa
Sebanyak 944 Calon Haji (CH) dari 1.017 Jemaah sudah diberangkatkan menuju asrama haji Surabaya oleh Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam, didampingi kepala Kemenag Pamekasan, Affandi, di halaman masjid Agung Asy Syuhada, kemarin.
Calon haji dilepas dengan menaik bus itu diwarnai keharuan karena ribuan umat muslim yang mengiringi mereka untuk menunaikan rukun Islam ke lima, selain doa juga dilanjunkan puji-pujian kepada kepada Allah SWT.
Sehingga, bukan para pengantar saja harus meneteskan air mata. Namun para calon haji tanpa kecuali Wakil Bupati Pamekasan, Raja’e bersama istrinya, Yuni Lailatul Fitriah, ikut rombongan kloter 11, berangkat pada Selasa subuh (9/7).
Dari tiga kloter jemaah sudah berangkatkan, masih terdapat 73 jemaah tergabung dikloter 85 akan diberangkatkan tanggal 5 Agustus 2019.
Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam meminta para jemaah calon haji (calhaj) asal wilayah itu hendaknya menjaga akhlak selama berada di Tanah Suci, guna menjaga nama baik umat Islam asal Indonesia.
“Ini penting karena jamaah haji merupakan tamu yang menggambarkan keadaan karakter daerah dan negara asalnya,” kata bupati seusai melepas pemberangkatan jamaah calon haji di Masjid Agung As-Syuhada Pamekasan, Selasa (9/7)
Menurutnya, umat Islam dari berbagai penjuru dunia akan berkumpul di Tanah Suci Mekah guna menunaikan rukun Islam ke lima, dan mereka membawa identitas diri, dan negara asal masing-masing. “Oleh karena itu, kultur dan kebiasaan daerah asal yang tidak baik harus ditinggalkan,” pintanya.
Baddrut Tamam meminta agar para calon haji tersebut hendaknya mendoakan kaum Muslimin yang belum haji agar segera dipanggil oleh Allah SWT untuk bisa juga melaksanakan ibadah haji. “Dan doakan Pemkab Pamekasan tetap dalam keadaan kondusif, pembangunan berjalan lancar, sehingga masyarakatnya bertambah sejahtera,” harapnya.
Ra Baddrut, sudah pernah berhaji, menyarankan agar jemaah, walau memiliki keinginan tinggi untuk memperbanyak ibadah sunnah. Namu rukun dan wajib haji harus diutamakan. Baru yang Sunnah, sesuai dengan kamampuan fisik. [din]

Tags: