Terkendala Jaringan, Satu SMK UNBK Offline

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur di wilayah Sumenep, Sugiono Eksantoso saat meninjau dari luar ruangan pelaksanaan UNBK di SMK I Sumenep.

Sumenep, Bhirawa
Sebanyak 1.849 siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) baik negeri maupun swasta hari ini (kemarin, Red) mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Seribu siswa lebih itu tersebar di 56 lembaga pendidikan. Dari 57 SMK yang menyelenggarakan UNBK itu, satu sekolah yakni SMK Ismaily di Kecamatan Masalembu dengan cara off line karena terkendala jaringan.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur di wilayah Sumenep, Sugiono Eksantoso mengatakan, satu sekolah yang menggelar UNBK secara off line itu lantaran tidak terjangkaunya jaringan internet. Sebab SMK swasta itu berada di wilayah Kepulauan/ Kecamatan Masalembu. Sedangkan sekolah lainnya masih bisa dilaksanakan secara on line. Meski secara off line, pihaknya memastikan akan terlaksana dengan baik sesuai aturan yang ada. “Kalau pelaksanaan UNBK secara keseluruhan, kami pastikan maksimal dan tidak ada kendala. Meski harus off line, tapi tetap berjalan lancar,” kata Sugiono Eksantoso, Senin (25/3).
Menurutnya, seribu lebih peserta UNBK itu tersebar di 56 lembaga penyelenggara dengan perincian 2 SMK Negeri dan 54 SMK swasta. Pelaksanaan UNBK ini akan berlangsung selama 4 hari, mulai hari ini hingga pada hari Kamis (28/3). Mata pelajaran yang diujikan pada hari pertama ini adalah Bahasa Indonesia.
“Hasil pantauan kami, pada hari pertama ini UNBK berjalan lancar, tidak ada kendala apapun. Semua lembaga penyelenggara UNBK sudah mengantisipasi berbagai kemungkinan yang akan terjadi yang sekiranya membuat fatal ujian nasional ini,” paparnya.
Ia menegaskan, untuk mengantisipasi terjadinya pemadaman lampu, pihak sekolah sudah koordinasi dengan pihak PLN agar tidak mengadakan pemadaman di wilayah sekolah yang sedang melaksanakan UNBK untuk SMK tersebut. Sebab, jika terjadi pemadaman, dipastikan biaa berdampak pada pelaksanaan UNBK. “Selain itu, sekolah juga menyiapkan genset dengan kapasitas tinggi, sehingga jika sampai ada pemadaman langsung mengaktifkan genset tersebut. Tapi, kami yakin tidak akan ada pemadaman karena kami sudah berkoordinasi sebelum pelaksanaan ujian ,” tegasnya.
Pelaksanaan UNBK tahun 2019 ini, semua lembaga penyelenggara UNBK telah membagi pelaksanaannya pada tiga sesi dengan waktu pada masing-masing sesi telah ditentukan. Pembagian tiga sesi itu lantaran sarana komputer yang relatif minim. Bahkan, pihak sekolah meminjam sejumlah komputer atau lap top ke siswa yang mengikuti ujian untuk dipakai UNBK. “Untuk tahun ini masih berjalan tiga sesi karena fasilitas komputernya masih terbatas. Untuk tahun depan kami upayakan bisa dilaksanakan maksimal dua sesi. Jadi, kami dorong bagi kepala sekolah untuk mengajukan pengadaan komputer lagi agar UNBK tahun depan bisa lebih maksimal lagi,” tukasnya. [sul]

Tags: