Telat Bayar Pajek Didendo, Dalan Rusak Dijarno

Warga Kecamatan Tanjunganom melakukan aksi menuntut perbaikan infrastruktur jalan yang telah rusak selama tiga tahun lebih. [ristika]

Nganjuk, Bhirawa
Buruknya infrastruktur jalan memaksa masyarakat Kecamatan Tanjunganom melakukan aksi menuntut segera diperbaikinnya ruas jalan yang rusak. Aspal sudah mengelupas, lubang jalan yang jumlahnya ribuan membahayakan terutama pengendara motor.
Aksi masyarakat dengan menggelar spanduk itu bersamaan dengan kegiatan car free day di seputaran Kecamatan Tanjunganom. Dengan membentangkan spanduk sepanjang empat meter, warga menanyakan “Nganjuk Kapan Diaspal”. Selain itu ada beberapa poster kecil yang juga menggelitik seperti “Telah Mbayar Pajek Didendo, Dalan Rusak Dijarno”.
Massa yang menggelar demo menuntut perbaikan infrastruktur jalan melakukan aksinya di pertigaan Warujayeng. “Infrastruktur adalah hak masyarakat yang telah menunaikan kewajibannya membayar pajak. Masyarakat telat bayar pajak didendo, dalan rusak dijarno ae,” ujar Afandi, warga Kelurahan Warujayeng.
Salah satu ruas jalan yang rusak adalah jalur Barong-warujayeng sepanjang kurang lebih 5 KM. Selain itu, sedikitnya ada 40 ruas jalan kabupaten yang seharusnya mendapat prioritas perbaikan. Karena ruas jalan tersebut merupakan jalur perekonomian masyarakat yang menghubungkan wilayah kecamatan yang satu dengan yang lain.
Banyaknya ruas jalan rusak di Kabupaten Nganjuk, rata – rata kerusakan ruas jalan tersebut diakibatkan truk angkutan material tanah uruk, maupun truk material lainnya, saat pembangunan proyek jalan tol dan double track kereta api. Bahkan kerusakan ruas jalan yang ada di Kabupaten Nganjuk mencapai 60 persen.
Saat ini Pemkab Nganjuk akan memperbaiki ruas jalan yang rusak, pada Maret mendatang. Lelang proyek perbaikan jalan sudah akan dibuka. Pemkab Nganjuk menganggarkan 27 milyar rupiah untuk perbaikan jalan rusak. Sumber daananya selain APBD, Pemkab Nganjuk juga mendapat dana insentif daerah dari APBN. Semua anggaran itu akan di alokasikan untuk perbaikan jalan.
Hal tersebut disampaikan Bupati Nganjuk H. Novi Rahman Hidayat, S.Sos saat melakukan sidak jalan rusak di berbagai lokasi. Sebanyak 14 titik ruas jalan akan menjadi skala prioritas perbaikan, termasuk jalan Pace menuju Kecubung. Ruas jalan ini kerusakannya sangat parah, bahkan saat musim hujan banyak genangan air yang membahayakan penggunan jalan.
“Sementara jalan yang mengalami kerusakan ringan, saat ini sudah mulai dikerjakan, seperti jalan menuju obyek wisata Roro Kuning, tepatnya di Desa Macanan Kecamatan Loceret. Bupati juga menegaskan pada tahun 2021 seluruh ruas jalan di Kabupaten Nganjuk tidak ada yang berlubang,” terang Bupati Novi Rahman. [ris]

Tags: