Tekankan Pendekatan Humanis pada Pengguna Jalan

Kasat Lantas Polrestabes Surabaya, Kompol Teddy Candra. [abednego/bhirawa]

(Wujudkan Pelayanan Prima kepada Masyarakat)

Surabaya, Bhirawa
Polri memilik tugas dan peranan penting dalam memelihara keamanan, ketertiban masyarakat dan penegakkan hukum. Selain itu, Polri juga mengemban tugas untuk memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat.
Hal itulah yang diterapkan Kasat Lantas Polrestabes Surabaya, Kompol Teddy Candra kepada anggota jajaran dalam menjalankan tugas. Meski belum genap satu bulan mengemban tugas di Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polrestabes Surabaya. Teddy memerintahkan seluruh anggota jajaran agar lebih maksimal dalam menjalankan tugas.
Terlebih dalam hal melayani masyarakat, pria kelahiran Tanjung Karang, Lampung ini menekankan pada anggota untuk mengedepankan 5S. Menurutnya, 5S ini adalah senyum, sapa, salam, sopan dan santun.
“Saya perintahkan kepasa seluruh anggota jajaran untuk selalu senyum, sapa, salam, sopan dan santun. Jadi 5S ini harus dilaksanakan anggota Satlantas Polrestabes Surabaya beserta jajaran dalam menjalankan tugas sehari-hari, baik di lapangan maupun di Satpas (Satuan Penyelenggara Administrasi SIM),” kata Kompol Teddy Candra, Minggu (3/11).
5S ini, sambung Teddy, merupakan wujud pelayanan prima Polri terhadap masyarakat. Sebagai pengayom masyarakat, pihaknya meminta seluruh anggota untuk mengedepankan pendekatan humanis. Dengan 5S ini, sosialisasi tertib lalu lintas kepada masyarakat akan lebih mudah dipahami dan diterapkan di kehidupan sehari-hari.
Teddy mencontohkan, 5S ini berguna ketika dijumpai pelanggaran lalu lintas yang dilakukan pengguna jalan. Nantinya oleh petugas akan dijelaskan apa saja poin-poin pelanggaran yang dilakukan oleh si pengendara. Dan menjelaskan Pasal apa saja yang telah dilanggar. Dengan begitu masyarakat akan semakin sadar dan tahu tata tertib apa yang telah dilanggar.
“5S ini juga dilakukan saat penindakan. Jadi petugas di lapangan akan menjelaskan secara rinci poin-poin apa saja yang dilanggar oleh si pengendara. Serta menjelaskan Pasal apa saja yang telah dilanggar. Tentunya dengan senyum, sapa, salam, sopan dan santun,” ungkapnya.
Dengan 5S ini, Teddy mencoba untuk merubah mindset (pola pikir) masyarakat terhadap Satuan Polisi Lalu Lintas. “Dengan penerapan 5S ini, kami mencoba untuk memberikan pemahaman bahwa anggota Satlantas tidak seperti yang dipikirkan masyarakat. Kami bekerja dengan profesional dan murni melayani masyarakat,” ucapnya.
Mantan Kasubbid Provos Bidpropam Polda Jatim ini mengaku tidak ada kesulitan dalam mengemban tugas baru di bidang lalu lintas. Pihaknya juga mengapresiasi tingkat kesadaran warga Kota Surabaya dalam berlalulintas. Sebagai barometer percontohan, pihaknya mengacungi jempol kesadaran berlalulintas warga Kota Surabaya.
“Surabaya ini lalu lintasnya bisa dikatakan sebagai barometer dibandingkan daerah lain. Kesdaran masyarakatnya sudah bagus dan sudah tertib. Sehingga turut menciptakan kamanan, keselamatan ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas),” pungkasnya. [bed]

Tags: