Tanamkan Karakter, Unusida Ubah Ospek Jadi PKKMB

Wakil Bupati Nur Ahmad Syaifuddin didampingi Rektor Unusida menyematkan tanda peserta PKKMB, kemarin.

Sidoarjo, Bhirawa
Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) menghapus kegiatan Ospek (Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus) yang berbau kekerasan, diganti dengan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB).
Adapun pembukaan PKKBM Unusida dilakukan Wakil Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin dengan didampingi Rektor Unusida, Dandim 0816 Sidoarjo, juga dari Kepolisian serta dari para petinggi Nahdlatul Ulama Sidoarjo, (3/9) di Gedung Rohmatul Ummah Sidoarjo. Rencananya, kegiatan awal bagi setiap peserta didik yang menempuh jenjang perguruan tinggi ini akan dilakukan secara rekontruksi karakter dengan melibatkan sejumlah instansi keamanan dalam memantau palaksanaan Ospek dengan tujuan menghindari terjadinya kekerasan mengarah radikal.
“Kami akan melibatkan Dandim 0816 Sidoarjo dan Kapolresta Sidoarjo untuk memberikan materi-materi kedisiplinan terhadap peserta PKKMB,” jelas Rektor Unisida Dr. Fatkhul Anam.
PKKMB 2019 Unusida yang bertemakan ‘Rekontruksi Karakter di Era Revolusi Industri 5.0 Civil Sosiety’ tersebut telah diikuti sebanyak 565 mahasiswa baru. Kali ini betul-betul mendapatkan pengawasan yang cukup ketat. Jangan sampai pelaksanaan PKKMB yang sudah berjalan dengan baik selama bertahun-tahun bisa dimasuki dengan paham radikal.
“Makanya, kami harus menerapkan Ospek secara rekontruksi karakter kepada mahasiswa baru, guna menumbuhkan cinta tanah air dari NKRI,” katanya.
Sementara itu, Wakil Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin juga sangat mengapresasi langkah tepat yang diambil oleh Unusida untuk menghapus aksi kekerasan di dalam lingkungan kampus. Karena Sidoarjo sendiri telah menjadi wilayah yang sangat toleran antar umat beragama, sehingga patut dijaga jangan sampai ada kegiatan yang mengarah radikal. “Jadi sesuatu yang baik itu juga harus dimulai dengan cara yang baik pula,” jelasnya.
Di sisi lain, kami juga berharap kepada pra mahasiswa baru dalam memilih kuliah di Unusida ini merupakan langkah yang tepat dan benar. Walaupun belum lama, namun prestasinya sudah luar biasa, baik itu prestasi secara nasional maupun internasional. “Kalian harus punya rasa memiliki, harus punya rasa membesarkan dan membawa nama baik almamater. Jika berhasil dengan baik akan menghantar kehidupan kalian dimasa mendatang dengan baik pula,” harap Cak Nur_sapaan akrabnya.
Ia juga berpesan kepada para mahasiswa baru agar dalam menjalankan kuliah bisa berprestasi dan harus tetap waktu. Karena sekarang ini zaman global, jadi kita tidak bisa seenaknya sendiri, belajar dengan santai-santai. Kalau generasi muda sekarang belajar dengan cara seperti itu, maka akan tertinggal. Mereka tidak akan bisa maju dengan baik, karena persaingan kita bukan hanya di dalam negeri, tetapi sampai luar negeri.
“Kondisi sekarang ini, apapun bisa masuk ke negara kita dengan mudah, termasuk kedokteran, apalagi perdagangan. Makanya kalau kita tidak berkualitas, pasti akan tertinggal,” pesan Cak Nur. [ach]

Tags: