Tak Miliki Gudang, Disperpusip Pemkab Sidoarjo Tolak Arsip

Sidoarjo, Bhirawa
Banyak Kantor OPD di Pemkab Sidoarjo yang mengirimkan bendelan arsip in aktivnya ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sidoarjo. Namun dengan terpaksa, OPD ini menolak karena tak ada lagi tempat untuk menyimpannya.
Menurut Kepala Bidang Kearsipan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sidoarjo, Sunarlin SE, baik gudang arsip di OPD nya maupun ruangan arsip yang disewanya dipergudangan Savelock Buduran, kini kapasitasnya sudah penuh semua.
”Karena semua tempat penyimpanan arsip sudah penuh, kami terpaksa menolak semua OPD yang bermaksud menyimpan arsip in aktivnya,” komentar Sunarlin, Senin (16/9) kemarin.
Sunarlin menyebutkan beberapa OPD yang pernah akan mengirimkan arsip in aktivnya, namun terpaksa ditolak diantaranya Bappeda, DPM PTSP dan Bagian Umum. Mereka mengirimkan arsip in aktivnya karena tidak mempunyai tempat untuk menyimpannya.
Juga KPUD Sidoarjo, karena baru saja menggelar Pemilihan Legislatif dan Pilihan Presiden.
”Setelah diberi penjelasan, kalau tidak ada tempat lagi untuk menyimpan arsip, para OPD ini bisa menyadari,” ujar Sunarlin.
Sunarlin menjelaskan, sebenarnya Tupoksi OPD memang wajib menerima dan menyimpan arsip – arsip in aktiv dari semua OPD di Kab Sidoarjo. Namun bagaimana lagi, tidak ada lagi tempat untuk menyimpan arsip kiriman OPD.
”Mungkin seandainya kalau Depo Arsip Sidoarjo bisa terwujud, kimi bisa menampung kiriman arsip in aktiv dari semua OPD. Melihat kejadian itu bisa saya katakan Depo Arsip Sidoarjo itu penting, harus segera ada,” komentarnya.
Karena kini tak mempunyai tempat lagi untuk menyimpan arsip, karena gudang di Disperpusip Sidoarjo sudah penuh, pihaknya dalam waktu dua tahun ini harus menyewa gudang di kawasan Pergudangan Savelock Buduran. Nilai sewa per tahunnya mencapai Rp100 juta.
Sunarlin menambahkan pihaknya pernah mendapat kiriman arsip dari pihak RSUD Sidoarjo, berupa arsip rekam medis. Jumlanya mencapai 83 ribuan arsip. Sama juga ditolak, karena Disperpusif Sidoarjo tak mempunyai tempat penyimpanan arsip.
Depo Arsip merasa sedikit ringan, karena pada akhirnya pihak RSUD Sidoarjo menyusutkan sendiri arsip in aktivnya itu. Pihak RSUD Sidoarjo bekerja sama dengan pihak ketiga.
”Kami hanya dilibatkan dalam memverifikasi arsip yang akan disusutkan itu, petugas kami mendampingi arsiparis di RSUD selama sebulan, sebelum arsip in aktiv mereka itu dimusnahkan,” katanya. [kus]

Tags: