Social Skill dan Problem Solving Kebutuhan Industri Masa Depan

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Prawansa saat berbicara dalam acara seminar Penyelarasan kerja sama SMK dengan DUDI, Senin (29/4).

Dindik Jatim Akan Terapkan Magang 10 Bulan untuk SMK
Surabaya, Bhirawa
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Prawansa menilai penyelarasan kerja sama SMK dan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) perlu dilakukan. Ini terkait dengan kebutuhan industri di masa depan. Menurutnya, nantinya kebutuhan industri akan mengarah pada sosial skill, dan problem solving. Yang sebelumnya tidak pernah terbayangkan pada era industri sebelumnya.
Menurut dia, social skill partisipasi masyarakat Jatim sangat luar biasa yang seharusnya menjadi sosial capital. Upaya itu dinilainya akan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur. Tinggal bagaimana DUDI menyelaraskan dengan kurikulum yang ada. Kemudian duduk bersama untuk memutuskan penyesuaian kurikulum.
“Saya usul ke Kepala Dinas Pendidikan paling tidak setahun ‘include’ dengan masa libur atau 10 bulan. Jika itu bisa disesuaikan dengan modul-modul, kita minta masukan ke ITS, Universitas Brawijaya dan Unair yang punya fakultas vokasi sehingga nyambung betul,”ungkap dia usai acara seminar Peneyelarasan kerja sama SMK dengan DUDI, Senin (29/4).
Khofifah menuturkan, beberapa Bupati di Jawa Timur mengusulkan adanya spesifikasi SMK yang menjadi ciri khasnya. Seperti di SMK di Kediri yang fokus pada Avisiasi, Magetan dengan SMK kulit, Banyuwangi dengan SMK Kopi dan Jember dengan SMK coklat dan kopi.
“Kalau sekarang ada 20 SMK BLUD, rasanya ini bisa memberikan penguatan bagi SMK lain yang sudah memiliki spesifikasi. Mulai dari pengelolaan keuangan hingga barang dan jasa yang dihasilkan. Karena ini yang mengusulkan bukan main-main, para Bupati. Dan pastinya mereka juga sudah menelaah ini. Ini akan mendorong kemandirian lebih cepat. Karena mereka berproses sejak di SMK,” ujar dia.
Dengan begitu, langkah tersebut dianggap tepat untuk mendorong kemandirian yang lebih cepat.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Jatim Saiful Rachman mengatakan penyelarasan kerja sama SMK dengan DUDI merupakan kerja sama yang baru di mulai. Kerja sama itu dilakukan dengan pola baru dengan model revolusi industri. Sehingga tidak ada lagi siswa yang datang ke industri dengan cara-cara konvensional.
Namun, pihak indusri juga harus mempelajari dan mahami pola pendidikan SMK di Jatim.
“Anak tidak perlu lagi datang ke industri bawa-bawa surat. Cukup memanfaatkan teknologi mereka bisa melakuan magang,”katanya.
Kesempatan tersebut juga dikatakan Saiful untuk menekankan kembali pada pihak industri jika pola magang nantinya hingga 10 bulan. “Ini memang kita mulai lagi. Jadi mereka (industri) akan milih modal block 10 bulan atau riil ganda. Jika memilih riil ganda, ini mereka akan di industri 2 hari, 3 hari di sekolah. Dan ini wajib diikuti SMK negeri dan swasta di Jawa Timur,” papar dia. [ina]

Tags: