SMPN 1 Modo, Calon Sekolah Adiwiyata Provinsi

Tim penilai Adiwiyata Provinsi Jatim Wahyu Kuncoro dan Tri Wahyu Nugroho saat diterima Kepala Sekolah SMPN 1 Modo Karnadi, Senin (29/4)

Lengkapi Sarpras Pendidikan, Dorong Partisipasi Mitra Sekolah
Kabupaten Lamongan, Bhirawa
Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Modo Kabupaten Lamongan berpeluang lolos verifikasi lapangan menuju Sekolah Adiwiyata Tingkat Provinsi Jawa Timur. Peluang tersebut disampaikan tim penilai Sekolah Adiwiyata Tingkat Provinsi Jatim Tri Wahyu Nugroho di sela-sela verifikasi lapangan, Senin (29/4) kemarin.
Menurut Tri Wahyu Nugroho, dari beberapa komponen penilaian yang dibutuhkan, SMPN 1 Modo relatif bisa memenuhi dengan cukup baik. Lebih lanjut menurut Tri Wahyu, ada empat komponen yang jadi fokus perhatian penilaian untuk menetapkan apakah sekolah tersebut layak untuk menjadi sekolah adiwiyata provinsi atau tidak. Komponen-komponen tersebut, lanjut Tri Wahyu adalah menyangkut kebijakan, kurikulum, partisipasi dan ketersediaan sarana dan prasarana.
“Dari sisi kebijakan dan kurikulum kami ingin memastikan bahwa aspek lingkungan telah menjadi concern sekolah yang diwujudkan dalam visi dan misi serta terimplementasikan dalam pembelajaran,” jelas Tri Wahyu. Komponen penilaian lainnya, adalah bagaimana sekolah bisa mendorong mitra sekolah seperti orang tua, komite sekolah, masyarakat hingga stake holder ikut terlibat dalam pembelajaran di sekolah.
“Kami juga akan menilai apakah sarana dan prasarana yang dimiliki sekolah sudah cukup memadai untuk pendidikan lingkungan atau belum,” tambah Tri Wahyu lagi.
Anggota tim penilai lainnya Wahyu Kuncoro menambahkan kedatangan tim verifikasi lapangan ingin mencocokkan apakah dokumen yang sudah dikirimkan ke provinsi benar adanya atau tidak.
“Jadi kami selain melakukan wawancara dengan para guru untuk memastikan muatan kurikulumnya, juga ingin memeriksa sarana dan prasarana sekolah apakah sudah mendukung atau belum,” jelas Wahyu yang juga redaktur Harian Bhirawa ini.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 1 Modo Karnadi optimis sekolahnya akan lolos verifikasi lapangan dan menjadi Sekolah Adiwiyata Provinsi.
“Bagi kami soal pembelajaran yang berorientasi lingkungan sudah menjadi visi kami sehingga dengan demikian pembelajaran yang kami lakukan juga sudah mengakomodasi hal-hal yang diinginkan tim penilai,” jelas Karnadi. Bagi Karnadi, membangun sekolah yang asri dan nyaman bukan semata untuk mengejar predikat sebagai sekolah adiwiyata, tetapi sesungguhnya juga menjadi kebutuhan warga sekolah.
“Lingkungan yang asri dan hijau tentu juga kami butuhkan karena akan membuat suasana belajar mengajar menjadi lebih nyaman dan menyenangkan,” kata Karnadi lagi. [Alimun Hakim]

Tags: