SMKN 3 Ajak Guru Jawab Tantangan Era Milleneal 4.0 Dengan Workshop BK

Kasek SMKN 3 Bondowoso Dr Umar Said MPd (tengah) saat mendampingi pemateri workshop praktis bimbingan konseling kepada para guru. [sawawi/bhirawa]

Bondowoso, Bhirawa
Pesatnya perkembangan dunia pendidikan di era revolusi industri 4.0 yang ditandai dengan perkembangan teknologi digital telah menghantarkan manusia menuju peradaban yang baru bernama era millenial 4.0. Era millenial ini merupakan jaman yang penuh dengan tatanan peradaban manusia modern yang menjadikan teknologi sebagai sahabat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Bahkan manusia kini mulai meninggalkan cara konvensional dalam aktivitasnya dan mengganti dengan gaya hidup yang lebih segar (fresh dan youth) serta lebih kekinian.
Kasek SMKN 3 Bondowoso Dr Umar Said MPd, mengatakan untuk menghadapi datangnya era tersebut, lembaganya mulai menyiapkan sejumlah persiapan diantaranya dengan mengadakan workshop praktis bimbangan dan konseling (BK) kepada para guru. Sebab, kata mantan Kasek SMKN 1 Situbondo itu, setiap perubahan peradaban selalu membawa dampak negatif maupun positif. Dampak positif dari perkembangan teknologi digital ini, aku Umar Said, bisanya menimpa kalangan generasi milenial yang notabene memiliki kecerdasan dan daya tanggap cepat dalam teknologi dan informasi. “Mereka (generasi millenial, red) memiliki kemampuan yang luar biasa dalam menyikapi kemajuan teknologi ini,” papar Umar Said.
Masih kata Umar Said, meski demikian adanya perubahan dan perkembangan peradaban ini juga membawa dampak negatif. Adalah nomophobia, sebut dia, yang merupakan salah satu contoh dari dampak negatif di era milenial 4.0 ini. Nomophobia ini mengandung makna kejiwaan seseorang atau anak yang kecanduan terhadap gadget atau androit dalam waktu yang lama. “Bukan hanya nomophobia, dampak negatif lainnya adalah timbulnya degradasi moral, cyber bullying, radikalisme, porno aksi dan pornografi bagi kalangan generasi millineal tersebut,” ucap Umar.
Untuk menghadap dampak negatif itu semua, SMK Negeri 3 Bondowoso sebagai sebuah lembaga pendidikan formal merasa ikut mengemban amanah dan tanggung jawab terhadap kondisi tersebut. Salah satu solusinya, ungkap Umar Said, SMK Negeri 3 Bondowoso melalui tim Bimbingan Konseling  SMK Techno Entrepreneur menyelenggarakan kegiatan sarat makna dan manfaat bernama workshop praktis bimbingan konseling bertema ’berwawasan POP bagi permasalahan peserta didik di era milenial’. “Workshop praktis ini diikuti guru-guru Bimbingan Konseling Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Bondowoso dengan menghadirkan nara sumber dr. Dewi Priska Sembiring SPKj (dokter spesialis kejiawaan RS dr Koesnadi Bondowoso) dan Drs Heru Dwi Cahyono (Ketua AKBIN Kabupaten Bondowoso),” beber Umar Said.
Disisi lain, Wakil Kepala Sekolah (wakasek) Bidang Humas, Kamilatul Hasana ST, menanadaskan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian SMK 3 dalam membantu guru dalam menghadapi  tantangan pendidikan di era milenial 4.0 ini. Kegiatan ini diharapkan, aku Kamilatul Hasanah, agar kedepan mampu memberikan kontribusi positif bagi majunya dunia pendidikan, khususnya di Kabupaten Bondowoso. Kamilatul menuturkan, para pembicara seperti dokter ahli kejiwaan (Dewi Priska Sembiring) mengajak guru di era millenial agar mengupayakan pendidikan karakter dan kerja keras melalui pembiasaan di lingkungan sekolah. “Peran guru dalam mengembangkan karakter tidak bisa diganti oleh kemajuan teknologi. Sehingga guru menjadi kunci utama dalam keberhasilan pendidikan,” pungkas Kamilatul. [awi]

Tags: