Smamda Ciptakan Hattrick di Ajang Amicta

Kasek SMAMDA Wigatiningsih sedang memantau siswa mempraktekkan hasil karyanya.

Sidoarjo, Bhirawa
Siswa SMA Muhammadiyah 2 (SMAMDA) Sidoarjo telah berhasil menciptakan hattrick dalam AMICTA (Amikom Information and Communication Technology Award). Mereka para siswa berhasil menjadi juara pertama selama tiga tahun berturut-turut sejak 2017, 2018 dan 2019.
Terakhir, karya-karya siswa kelas XI ‘Smart Parking Base On Navigation (Sarmation)’ atau parkir berdasarkan lokasi telah meraih juara pertama dalam ajang AMICTA 2019 di Yogyakarta. Sebelumnya 2018  ‘Smart Locker Based on Android (S Locdroid)’ atau mengunci pintu menggunakan aplikasi android, dan 2017  ‘Android System and Orientation Sense Transportation (Ansont)’ menjadi juara pertama dalam ajang yang sama. Selain menyabet Juara I AMICTA 2019,  tim Smamda lainnya juga menyabet juara III yakni Progressive Schoole (Prool). Kedua juara ini dapat menyisihkan peserta ajang teknologi dari sejumlah perwakilan sekolah lainnya se Indonesia yang digelar Universitas Amikom Yogyakarta pekan kemarin.
Kepala SMAMDA Sidoarjo, Wigatiningsih menegaskan hasil karya smart parking melengkapi tropi dalam ajang tahunan itu. Sebelumnya, dua kakak kelas tim ini juga menjadi juara I selama dua tahun berturut-turut. Kali ini melengkapi menjadi juara bertahan selama 3 tahun. Apalagi, dalam ajang itu 10 besar dua diantaranya disabet SMAMDA Sidoarjo Yakni juara I dan juara III.
“Kami sebenarnya ingin mematenkan hasil karya ini. Tapi biayanya mahal. Yang bisa dijangkau hanya HAKI. Kami sendiri berharap ada investor yang mau diajak kerjasama untuk penyempurnaan karena sangat bermanfaat baik bagi instasi pemerintah maupun swasta hasil teknologi ini,” ungkap Wigatiningsih, kemarin (27/8).
Ia juga  mengaku selama ini kunci menjadi juara, lantaran kebanyakan tim didampingi kakak kelasnya. Hal ini memudahkan belajar dan merekayasa teknologi. Dengan kakak kelas mereka bisa belajar lebih dari karena masih sepantaran daripada sama guru yang usianya lebih tua. “Jadi proses pembinaan tersebut yang kami kuatkan. Untuk ide-ide dan karya semuanya ditemukan oleh anak-anak, pihak sekolah hanya memotivasi dan mensupport yang mereka butuhkan,” tegasnya.
Sementara itu, karya Sarmation merupakan hasil rekayasa 3 pelajar yang masih 1 kelas. Mereka adalah Syah Tanaya Paradipta, Mukhammad Sholikhuddin dan Muhammad Firzatullah Ramadhani. Kesemuanya siswa kelas XI. Sedangkan juara ketiga dengan hasil karya Prool merupakan hasil rekayasa 3 pelajar lainnya. Diantaranya Farid Nafis Tsani XI (MIPA 6), Alka Alvin Fauzi XI (MIPA 3) dan Muhammad Daffa Rakan XI (MIPA 6).
“Smart parking ini teknologi untuk memudahkan mobil yang masuk lahan parkir. Tanpa harus mencari lahan kosong sudah diketahui berdasarkan navigasi. Jadi parkir langsung menuju lokasi kosong tak perlu berputar-putar,” terang salah satu tim Sarmation, Mukhammad Sholikhuddin. [ach]

Tags: