SMADA, Sekolah Perintis Kewirausahaan di Situbondo

Kepala SMAN 2 Situbondo, Drs Suyono MM, saat peresmian sekolah KWU dengan ditandai penyerahan bantuan dana kepada 30 kelompok usaha sekolah. [sawawi]

Dipercaya Kemendikbud Mewujudkan Siswa Entrepreneur Bersama 5 Sekolah Mitra
Situbondo, Bhirawa
Meski telah berhasil meraih prestasi lokal regional nasional dan internasional, tidak membuat SMADA (SMAN 2 Situbondo) berhenti untuk merintis sejumlah program unggulan. Salah satu program unggulan terbaru tersebut diantaranya SMADA mengukuhkan dirinya sebagai sekolah KWU (kewirausahaan). Program ini digagas dalam rangka untuk menciptakan kualitas pendidikan di SMADA terus mengalami pertumbuhan yang pesat dimasa mendatang.
Kepala Sekolah SMADA Drs Suyono MM menuturkan, saat ini SMADA Situbondo mendapatkan kepercayaan dari Direktorat Pembinaan SMA Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI di Jakarta untuk meluncurkan program kompetisi KWU (kewirausahaan). Diharapkan, lanjut Suyono, setelah siswa lulus sekolah bisa menjadi seorang entrepreneur (usahawan-usahawati) sejati. “Ya benar kami (SMADA Situbondo, red) ditunjuk Kemedikbud RI menjadi salah satu sekolah KWU,” aku Suyono.
Mantan Kasek SMAN 1 Besuki itu menandaskan, dalam tehnisnya ia diberi dana stimulan untuk selanjutnya disalurkan kepada 30 kelompok usaha sekolah (KUS) sebagai modal awal kepada setiap kelompok kelas. Selain melibatkan 30 KUS, urai Suyono, ada 5 sekolah mitra yang juga mendapatkan bantuan modal serupa yang dibagikan kepada setiap kelas KUS. “Kelima sekolah mitra itu diantaranya, SMAN 1 Situbondo; SMAN 1 Panarukan; SMAN 1 Besuki; SMAN 1 Suboh serta SMA Muhammadiyah Panji,” beber Suyono.
Dengan bantuan modal tersebut, papar Suyono, nanti setiap siswa diharapkan bisa membuat suatu produk unggulan di sekolah masing-masing sehingga bisa dipamerkan dan memiliki manfaat serta memiiliki hak cipta usaha secara mandiri. Sasarannya, urai Suyono, masing masing siswa bisa membantu usaha dalam menempuh hidup ditengah masyarakat, paska lulus sekolah. Suyono menegaskan, dalam program sekolah KWU ini, siswa dibina oleh guru pendamping bernama Nikmatil Hasanah yang notabene sebagi guru yang pernah ditugaskan ke Austrailia oleh Pemprov Jatim. “Termasuk yang mendampingi adalah sejumlah guru KWU atau guru prakarya yang telah ikut memberi inspirasi bagi siswa yang punya kemampuan untuk menciptakan sebuah karya nyata,” ujar Suyono.
Sementara itu Nikmatil Hasanah Wakasek Sarana Prasarana SMADA Situbondo mengaku sangat optimis anak didiknya yang mengikuti program kewirausahaan bakal memiliki usaha yang mandiri atau menjadi seorang entreprenur handal selepas lulus dari SMAN 2 Situbondo. Diharapkan, kupas Nimatil, siswa lulusan SMADA tidak hanya terfokus ingin menjadi seorang PNS semata melainkan bisa menciptakan lapangan tenaga kerja sendiri. “Kami sangat yakin program sekolah kewirausahaan ini bisa merekut beberapa tenaga kerja baru sehingga bisa bermanfaat bagi masyarakat, keluarga dan bangsa,” pungkas Nikmatil Hasanah.

Siswa Cerdas Bisa Lulus 2 Tahun Dengan Program SKS
Meski telah resmi mencanangkan diri sebagai sekolah program kewirausahaan, SMADA Situbondo menilai program kuliah bagi alumni merupakan sebuah kewajiban. Dengan sarana kompetensi, setiap siswa lulusan SMADA akan memiliki nilai plus dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Selain sudah memiliki kelebihan di bidang usaha secara mandiri, para siswa juga sudah memiliki pengalaman dibandingkan dengan siswa diluar program KWU.
Menurut Kasek SMADA Situbondo Drs Suyono MM, setiap siswa lulusan program tetap wajib untuk mengikuti kuliah dengan jalur kompetensi. Sehingga, ulasnya, siswa direpotkan dengan persoalan biaya karena sudah memiliki kompetensi tersendiri melalui jalur usaha mandiri. “Kalau tidak memiliki usaha sendiri, terus biaya kuliah dapat dari mana. Dengan punya usaha mandiri akan memudahkan setiap siswa program KWU meniti pendidikan ke jenjang yang berikutnya. Tanpa punya kemampuan usaha mandiri, akan percuma karena tidak ada sesuatu yang bisa diandalkan,” tegas mantan Kasek SMAN 1 Suboh Situbondo itu.
Masih kata Suyono, saat ini SMADA Situbondo juga menyediakan program baru bernama SKS (satuan kredit semester). Program ini, ujar Suyono, SMADA Situbondo menyediakan kelulusan bagi setiap siswa yang memiliki kecerdasan dan kepintaran selama dua tahun masa pendidikan.
“Ya ini program SKS khusus bagi siswa yang memiliki kecerdasan tinggi. Artinya dikhususkan bagi siswa yang pintar saja. Sedangkan bagi siswa yang biasa, ya mengikuti pendidikan reguler selama tiga tahun,” terang mantan Kasek SMAN 1 Panarukan Situbondo itu.
Sementara itu Wakasek Sarana Prasarana, Nikmatil Hasanah, menimpali, SMADA Situbondo baru memulai program SKS pada tahun jaran pendidikan 2019-2020. Dengan program SKS ini, diharapkan siswa yang cerdas bisa lulus lebih cepat dan bisa melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi sesuai yang diinginkan. “Banyak sisi manfaatnya dari program SKS ini,” pungkas mantan Kawaksek Kurikulum SMADA Situbondo itu. [awi]

Tags: