Sixten Choir Grup Sabet Dua Medali Emas di Festival International

Sambutan Kepala SMN 16 surabaya, RA Roosdiantini (tengah) saat menerima kedatangan Sixteen Choir Grup usai menyabet dua medali emas di ajang Festival Penabur International Choir 2019.

Unggul di Kategori Senior High School dan Folklore
Surabaya, Bhirawa
Sixteen Choir Grup menyabet medali emas di dua kategori berbeda Penabur International Choir Festival (PICF) 2019. Yaitu kategori Senior High School dan Folklore. Raihan prestasi ini merupakan capaian yang baru pertama kalinya ditorehkan oleh Sixteen Choir Grup di ajang Internasional. Tak ayal, apresiasi tinggi pun diberikan dari pihak sekolah atas prestasi yang telah diraih.
Kepala SMAN 16 Surabaya RA Roosdiantini, mengatakan prestasi yang diraih tim paduan suara mengisyaratkan jika banyak kegiatan ekstrakurikuler yang berpotensi di sekolahnya untuk menghasilkan pundi-pundi prestasi. Seperti olahraga futsal, basket dan sebagainya. Maka dari itu, pihaknya tidak akan berhenti untuk memberikan motivasi kepada siswa-siswinya dalam berprestasi.
“Kami juga menjaga hubungan baik dengan wali murid dan komite untuk berbagai kegiatan festival atau kompetisi lainnya. Untuk dukungan materil memang kita tidak bisa membantu banyak. Tapi secara spiritual selalu kita dorong,” ungkap dia.
Dalam sambutannya, Senin (9/9), Roos sapaan akrabnya juga membagi-bagikan sertifikat prestasi untuk masing-masing siswa yang telah membanggakan nama sekolah itu. “Sertifikat prestasi ini kan bisa digunakan untuk mendaftar di jalur SNMPTN. Meskipun sambutannya sederhana tapi kami ingin ini menjadi acuan semangat dan motivasi bagi mereka,” kata dia.
Sementara itu, Ketua umum Sixteen Choir Grup, Daniel Lozes Valeva dua medali emas yang diraih dari dua kategori berbeda merupakan capaian yang di luar dugaan. Sebab, di awal pihaknya tidak sedikitpun mentargetkan tiga besar apalagi medali emas. Mengingat, PICF 2019 merupakan ajang international yang pertama kalinya diikuti oleh timnya.
“Kami juga tidak menduga ini dua tim yang kami keluarkan dua duanya mendapatkan medali emas di dua kategori berbeda. Karena dari awal kita hanya memberikan penampilan terbaik dan tanpa beban. Karena ini baru pertamakalinya,” ujar siswa kelas 12 IPA ini.
Sukses memborong dua medali emas, bukan berarti perjalanan tim paduan suara SMAN 16 selama persiapan festival tidak menemui kendala. Pasalnya, tidak sedikit timnya melakukan bongkar pasang anggota. Karena banyak yang mengundurkan diri. Alhasil, mereka pun harus “turun gunung” untuk melakukan seleksi segera.
“Kami berusaha tanggap untuk mengisi kekosongan anggota. Bahkan kami yang punya keinginan untuk mengajak langsung teman-teman yang punya kompetensi di bidang musik untuk ikut seleksi,” jelas dia
Dalam festival tersebut, untuk kategori Senior High School timnya membawakan dua lagu, yakni berjudul Start dan Karimatanu Kuicha. Sedangkan untuk kategori Folklore pihaknya membawakan tiga lagu daerah. Seperti impen-impenen, cikala le pong-pong dan soleram.
Ditambahakan pembina tim, Samy Purnamy Drachman meskipun menjadi juara, penampilan paduan suara SMAN 16 Surabaya banyak yang perlu diperbaiki. Terutama untuk memacu prestasi-prestasi lanjutan yang bisa diraih.
“Kemampuan tetap diasah. Komitmen harus terus dibangun. Nggak cukup berhenti sampai disini. Jadi harus terus lanjut. Karena mempertahankan lebih sulit dibanding meraih,” tandasnya. [ina]

Tags: