Siswa SMA Muhammadiyah 1 Taman Sidoarjo Diberi Pelajaran Mitigasi Bencana

Suasana simulasi mitigasi bencana, para siswi berlarian menyelamatkan diri dari dalam gedung.

Sidoarjo, Bhirawa
Sebanyak 659 siswa SMA Muhammadiyah 1 Taman (SMAMITA) Sidoarjo diajari mitigasi bencana alam oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sidoarjo.
Kegiatan yang dipusatkan di Aula sekolah berlantai VIII tersebut adalah untuk melatih para siswa agar mampu dan tanggap terhadap terjadinya bencana alam. Baik itu bencana alam tanah longsor, banjir hingga gempa bumi. Bahkan diakhir kegiatan mitigasi bencana ini, para siswa diajari simulasi bencana alam gempa bumi. Mengingat SMAMITA memiliki ketinggian 8,5 lantai.
Kepala SMAMITA Zainal Arif Fakhrudi menuturkan kalau selama ini para siswanya sangat awam dengan bencana alam. Terutama gempa bumi. Oleh karena itu, sekolah mendatangkan tim khusus dari BPBD Pemkab Sidoarjo untuk membuka wawasan para siswa soal bencan alam.
Ia katakan, jika siswa dan siswinya mengenal mitigasi bencana alam, maka bisa melaksanakan pencegahan prefentif dalam setiap bencana alam. Makanya kami menilai pelajaran mitigasi bencana alam sangat penting bagi para pelajarnya.
“Misal, saat ada bencana gempa bumi, para siswa kami harus tahu cara membuka pintu, tidak menggunakan lift atau elevator tetapi harus malui tangga hingga harus mengetahui lokasi titik kumpul saat ada bencana gempa. Termasuk gejala gempanya,” tuturnya. Kabid Pencegahan Kedaruratan dan Logistik BPBD Pemkab Sidoarjo, Karsono sebagai narasumber menjelaskan pendidikan bencana alam di Indonesia, khususnya di Sidoarjo untuk para pelajar sangat penting. Apalagi hampir semua daerah di Indonesia memiliki potensi rawan bencana. “Untuk para siswa kalau sudah dikenalkan mitigasi bencana mereka punya modal pengertian mitigasi bencana,” katanya.
Ia juga menyarankan kepada SMAMITA harus menambah alat pemadam kebakaran. Selain itu, lokasi titik kumpul harus lebih luas. Misalnya bisa meminjam gedung di sekitarnya serta menambah rambu-rambu jalur evakuasi.
“Karena gedung SMA ini lebih tinggi dibanding gedung SMA lainnya di Sidoarjo,” sarannya.
Sementara salah seorang siswi, Adilla mengaku bersyukur bisa diberi materi mitigasi bencana. Dengan begitu dirinya mengenal tanda, gejala maupun kondisi alam sebelum terjadi bencana alam itu. “Selain itu, kami juga mengerti tindakan utama saat terjadi bencana alam,” tandas siswi kelas X IPA 1 ini. [ach]

Tags: