Siswa SMAMITA Belajar Menentukan Arah Kiblat

Para siswa-siswi SMAMITA antusias mengikuti belajar/praktik penentuan kiblat.

Sidoarjo, Bhirawa
Fenomena Rosdhul kiblat atau penentuan arah kiblat, sangat penting bagi umat muslim di seluruh dunia. Namun dalam penentuannya tidak dilakukan oleh para petugas khusus. Dalam kesempatan Ramadhan 1440 H bersamaan pelaksanaan Darul Arqom, siswa SMA Muhammadiyah 1 Taman, Sidoarjo (SMAMITA) belajar penentuan arah kiblat.
Mereka belajar di Rooftop lantai 9 gedung Smamita Tower, dipandu langsung oleh Ustad Syamsu Alam Drajat yang sudah mumpuni ilmu Falak. Sebagai instruktur ia mengatakan, bahwa fenomena Rosdhul Kiblat atau penentuan arak kiblat setiap tahunnya terjadi dua kali dalam putaran Masehi. “Yang pertama, terjadi di bulan Mei pada tanggal 27 dan di tahun 2019. Kemudian ini pasti terjadi pada tanggal dan bulan yang sama,” kata lulusan Universitas Muhammadiyah Malang, bidang Ilmu Falak pada kontributor Fasco.id.
Menurutnya, yang kedua merupakan fenomena ini juga datang pada tanggal 15 dan 16 Juli 2019 nanti. Manun, perbedaan dari keduanya terletak pada waktunya saja. “Untuk bulan Mei itu, jam 16:18, sedangkan bulan Juli nanti pada jam 16:27,” ungkapnya.
Dengan adanya fenomena ini, semua pakar ilmu falak dan pakar astronomi bisa dipastikan melakukan hal yang sama, karena sudah menjadi tradisi turun menurun. “Ini adalah bagian akurasi seratus persen bayangan ini pas tepat di atas Ka’bah,” kata ustad yang juga alumni Smamita tahun 2013. Lebih lanjut, berdasarakan himbauan dari Majelis Tarjih Pimpinan Pusat Muhammadiyah, pada tanggal tersebut, harap memverivikasi ulang arah kiblat di setiap tempat, baik Masjid maupun Mushallah Masing-masing.
Penentuan arah kiblat ini, baginya tidak memerluka alat yang mahal, ini sederhana dan bisa dikatakan tanpa mengeluarkan biaya. “Cukup berdiri pada jam tersebut, maka banyangan kita itu menunjukkan arah kiblat,” katanya.
Haedar Muhammad, peserta dari kelas XI IPA 3 mengatakan, dari materi yang sudah dijelaskan, kita bisa menentukan arah kiblat karena sudah tahu ilmunya. “Semoga dengan metode yang diajarkan, kita dapat membenarkan arah kiblat masjid atau mushollah yang ada disekitar kita,” terang Haedar, kemarin(29/5). [ach]

Tags: