Siswa SD Mutu Pelajari Kebudayaan Thailand

Siswa kelas VI SD Mutu Krembung sedang mengamati Cinderamata simbul negara Thailand. [achmad suprayogi]

Sidoarjo, Bhirawa
Ingin mendalami proses belajar mengajar, serta ingin mendalami lebih jauh tentang seni budaya Negara Thailand. SD Muhammadiyah 1 (Mutu) Krembung, Sidoarjo, melakukan kerjasama antar lembaga dengan Negeri Gajah Puti. Dimana salah satu program yang perlu diadopsi ternyata membiasakan siswa untuk tidur siang.
Kepala SD Mutu, Izuddin Karim SPdI mengatakan, hari ini ada yang unik dan menarik bagi para siswa. Siswa kelas VI ada materi pembelajaran yang berkaitan dengan Cinderamata yang didapatkan waktu melakukan study kerjasam antar lembaga di Thailand, yakni dengan Lopburi College Of Agriculture And Tecknology.
“Apa yang kita dapatkan bisa diterapkan di sekolah kami. Selain pembelajaran akademik, yakni mempelajari seni budaya Thailand melalui Cinderamata yang kita dapatkan. Karena waktu pelaksanaan kerjasama, para siswa tidak diikuti para siswa. Sehingga mereka kami ajari di sekolah,” jelas Izuddin Karim, Selasa (22/10) kemarin.
Sebelumnya, salah satu siswa Ananda Akbar mengaku teringat kalau kepala sekolahnya usai melakukan kerjasama dengan Thailand. Ia pun ingin tahu bagaimana hasilnya, ingin tahu oleh-olehnya seperti apa. ”Ternyata ada yang unik dan menarik, yakni Cinderamata simbul negara Thailand,” ujar siswi kelas VI ini.
Akhirnya mereka pun ingin mempelajari bersama-sama dengan didampingi Ustadzah Sari Sri Mulyati. Cinderamata yang di bawah kepala sekolah dari Thailand ini, sangat bermanfaat sekali sebagai sumber belajar para siswa hari ini, untuk mengenal Negara Thailand lebih jauh lagi. Dan para siswa juga sangat antusias untuk mengikutinya.
Sementera itu, Kepala SD Mutu Krembung Sidoarjo ini juga mengaku kalau usia sekolahnya masih berusia lima tahun. Sehingga menjadikan setiap study banding, kerjsama dengan sekolah lokal maupun internasional dijadikan pengalaman, dijadikan ilmu pengetahuan untuk diterapkan di sekolah kami. ”Karena setiap kunjungan atau kerjasama selalu membawa ciri khas masing-masing daerah, dan itu untuk dimanfaatkan sebagai sumber belajar para siswa di sekolah kami,” pungkas Izuddin Karim. [ach]

Tags: