Siswa SD Mudipat Serukan Perdamaian dan Persatuan

Siswa SD Muhammadiyah 4 (SD Mudipat) Pucang Surabaya, dengan mengenakan pakaian adat saat menggelar Syiar Ramadan di depan sekolahnya, kemarin. [trie diana]

Sambut Bulan Ramadan
Surabaya, Bhirawa
Menyambut datangnya Bulan Suci Ramadan 1440 H, siswa-siswi SD Muhammadiyah 4 (SD Mudipat) Pucang Surabaya menggelar Syiar Ramadan di depan sekolah. Berbagai acara digelar, diantaranya pembacaan puisi, orasi, serta membagikan bunga dan jadwal imsakiyah kepada para pengguna jalan.
Pesan yang ingin disampaikan dari Syiar Ramadhan adalah Ramadan Satukan Negeri Damaikan Indonesia. Masyarakat diharapkan untuk menjauhi pertikaian dan perbedaan pilihan terkait Pilpres 2019. Bulan Ramadan merupakan momentum yang tepat untuk menyatukan segala perbedaan yang terjadi di masyarakat.
Humas SD Mudipat, Ustadzah Novita Utami mengajak semua pihak menyambut Bulan Ramadan ini dengan bahagia, dan mengingatkan bahwa Ramadhan itu bulan penuh berkah, bulan yang membawa keberkahan untuk semuanya.
“Kami bersama seluruh siswa dalam syiar Ramadan kali ini, mengajak seluruh warga Kota Surabaya pada khususnya dan seluruh warga Negara Indonesia pada umumnya, pada Bulan Ramadan 1440 Hijriah ini untuk bersatu kembali setelah terbelah karena ada gelaran Pilpres 2019 yang lalu,” papar Ustadzah Novi-sapaan akrabnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Syiar Ramadan, Ustadz Muhlisin MPdI menambahkan, konsep Syiar Ramadan kali ini mengajak warga masyarakat untuk bersatu kembali dan berdamai.
“Pada Syiar Ramadan kali para siswa dengan mengenakan pakaian adat, seperti Ambon, Dayak, Yogjakarta, Cak dan Ning mengajak semua warga Indonesia untuk bersatu kembali dan menjalin persaudaraan agar bisa bersatu kembali dan bisa diwujudkan. Dan 35 siswa dari perwakilan tiap kelas V inilah yang mensyiarkan Ramadan, disela-sela Pentas Seni (Pensi) dari 35 ekstrakuriler yang ada,” jelas Ustadz Muslihin.
Pada Syiar Ramadan kali ini sangat unik, sebab siswa SD Muhdipat seluruhnya memakai busana daerah yang dimiliki Negara Indonesia. Dan dengan senyuman mereka membagikan bunga dan jadwal imsakiyah kepada pengguna jalan yang melintas di depan sekolahan. Selain itu, ada orasi dalam Bahasa Indonesia, Bahasa Arab dan Bahasa Jepang yang disampaikan Aqil Abyan, Vezila Ziya Aisy, Athaya Aleza Sriwardhana dan Alifya Nazwa Ramadania Hamzah. [fen]

Tags: