Siswa Kesulitan Kerjakan Soal HOTS Matematika

Kepala SMKN 2 Surabaya Djoko Pradmojo memantau pelaksanaan UNBK lewat CCTV.

Hari Kedua Pelaksanaan UNBK
Surabaya, Bhirawa
Hari Kedua Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), siswa mulai merasakan kesulitan di mata pelajaran (mapel) Matematika. Kendati soal essay model Higher Order Thingking Skill (HOTS), sudah diajarkan oleh sekolah melalui bimbingan belajar (bimbel) namun siswa masih merasa kesulitan untuk menyelesaikannya.
Seperti yang dialami siswa SMKN 2 Surabaya, Afidz Fiqri dan Wahyu Prasetyo yang mengungkapkan kesulitannya dalam menyelesaikan soal essay karena beberapa soal ada yang pernah dibahas dan ada yang belum terbahas.
“Kita hanya mengikuti bimbel untuk persiapan UNBK ini seminggu belakangan. Karena kami juga ada tanggung jawab untuk melakukan OJT (on job training) selama enam bulan. Jadi beberapa soal saya belum dapat materi soal itu dan belum mengenal materinya,”ungkap siswa kelas 12 jurusan Teknik Kendaraan Ringan ini.
Sementara itu, Kepala SMKN 2 Surabay Djoko Pradmojo menuturkan terkait pemantapan soal HOTS sudah dilakukan sejak enam bulan sebelum UNBK digelar. Namun, ia membenarkan jika memang ada 15 siswanya yang melakukan OJT dengan pihak industri. Akan tetapi, pihaknya mengatakan jika selama hari libur, mereka juga mendapatklan bimbel tambahan.
“Bagi siswa yang melakukan ojt kita programkan dengan memberikan pembelajaran online sesuai dengan jadwal magang mereka. kalau mahgang malam, kita kasih pembelajaran pagi secara online, begitupun sebaliknya. Karena kita berusaha memenuhi kebutuhan siswa dan tetap memantau hasil belajar mereka,”paparnya.
Untuk pelaksanaan UNBK sendiri, sebanyak 996 siswa SMKN 2 Surabaya mengikuti UNBK dengan 300 unit komputer yang terbagi menjadi tiga sesi.
Kesulitan dalam menyelesaikan soal essay juga dialami dua siswi dari SMKN 1 Surabaya. Medina Yasmina dan Indrawati Giri yang merupakan siswa kelas 12 jurusan akuntansi. Menurut mereka dari lima soal essay yang ditanyakan, hanya beberapa nomor yang bisa diselesaikan. Sebab, selain karena manajemen waktu yang buruk, mereka juga belum mampu memahami model soal HOTS dengan baik.
“Kami belajar soal HOTS mulai Januari sampai Maret sebelum UNBK. kami rasa itu belum cukup untuk kami bisa memahami soal penalaran. Karena memang harus menguasai soal itu dengan baik,”terang Medina. [ina]

Tags: