Sisihkan ADD dan DD Buat Jamban Warga Desa Menuju Batu Kota ODF

Suasana dialog pola hidup sehat dan Deklarasi ODF Kota Batu yang dilaksanakan di Graha Pancasila Balaikota Batu, Selasa (29/10).

Kota Batu, Bhirawa
Budaya hidup sehat tak cukup hanya hanya mendeklarasikan Batu sebagai Kota Open Defecation Free (ODF). Namun juga harus ada bukti nyata penyediaan fasilitas penunjang. Dan Pemerintah Desa di Kota Batu dituntut mampu menyisihkan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) membuatkan fasilitas jamban bahkan kamar mandi untuk warganya.
Salah satu Kader Desa Giripurno, Siti mengatakan bahwa tidak mudah mengubah pola pikir masyarakat untuk peduli hidup sehat. Tak cukup hanya sekali memberikan penyuluhan atau sosialisasi agar masyarakat memiliki kepedulian pada pola hidup sehat di tempat tinggalnya.
“Tahun ini Pemerintah Desa Giripurno harus menyisihkan ADD untuk membangunkan jamban untuk warga kami. Bahkan tak sedikit pula warga yang harus dibuatkan kamar mandi,” ujar Siti di sela Deklarasi ODF Kota Batu yang dilaksanakan di Graha Pancasila Balaikota Batu, Selasa (29/10).
Diketahui, ODF adalah sebutan ketika setiap orang sudah tidak buang air besar sembarangan. Dan di sela deklarasi, Wakil Wali Kota Batu, Ir.H. Punjul Santoso mengingatkan agar predikat ODF bisa terus dijaga, bahkan dikembangkan. “Secara keseluruhan, masyarakat di Kota Batu sudah tidak lagi buang air besar di sungai. Kalau cari celahnya, satu orang pasti ada. Tapi kalau untuk menjadi Kota ODF itu sudah ada peraturannya,” ujar Punjul.
Dia menjelaskan banyak pihak yang berjasa besar hingga Kota Batu bisa mendeklarasikan diri sebagai Kota ODF. Salah satunya peran besar kader ODF yang ada di Desa-Desa sehingga telah membuat program Pemerintah Kota Batu ini dinilai berhasil.
“Hari ini kami menghadirkan para kader yang bekerja keras di Desa atau Kelurahan. Perlu digaris bawahi bahwa Kota Batu sudah waktunya dan layak mendapatkan predikat Kota ODF. Untuk itu kegiatan ini harus terus ditingkatkan,” pinta Punjul.
Dan untuk peningkatan ini, lanjutnya, Pemkot Batu akan mempertimbangkan pemberian apresiasi kepada para kader. Dan apresiasi itu akan diberikan dalam bentuk pelatihan sehingga bisa semakin mendorong pemahaman masyarakat tentang hidup sehat.
Wawali juga menginstruksikan agar Tim Anggaran bersama Camat untuk mengkomunikasikan anggaran untuk ODF kepada Kepala Desa yang wilayahnya dilewati Sungai Brantas. Diharapkan para Camat bisa membantu pengadaan anggaran dari Dana Desa untuk kepentingan ODF pada saat pembahasan di APBDes.
Ditambahkan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Batu, Drg.Kartika Trisulandari bahwaKota Batu telah melalui tahap verifikasi ODF oleh Pemprov Jatim pada Agustus lalu. Dan untuk pengadaan jamban di Desa- Desa ditargetkan sudah akan selesai tahun ini.
“Ada 300 pengadaan akses jamban yang harus diselesaikan di tahun ini, dan 140 jamban diantaranya digarap oleh Dinkes Kota Batu,” ujar Kartika. Kemudahan akses jamban ini untuk menekan masih adanya warga yang masih buang air besar di sungai.
Dinkes Kota Batu akan merangkul Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) untuk melibatkan tokoh agama agar ikut serta mengajak masyarakat hidup sehat khususnya tidak buang air besar di sungai. “Karena tidak hanya akses jamban yang harus disediakan bagi masyarakat, tetapi juga perlu dilakukan perubahan pola pikir bagi masyarakat,” pungkas Kartika.[nas]

Tags: