Singa Podium Vinsensius Awey, Tetap Berkarya di Surabaya

Vinsensius Awey

Surabaya, Bhirawa
Meski gagal menjadi anggota DPR RI karena kurang suara saat pemilu bulan April kemarin, anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya periode 2014-2019, Vinsensius Awey tetap berkarya di Kota Surabaya.
Vinsensius Awey yang dijuluki Singa Podium Dewan karena selalu berani mengkritik Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini dalam setiap kebijakannya yang tidak pro rakyat, kini tetap eksis di dunia politik meski tak lagi menjadi anggota DPRD Kota Surabaya.
“Terima kasih kepada warga Kota Surabaya, yang telah memberi saya kesempatan menjadi anggota DPRD Kota Surabaya 2014 – 2019. Saya tetap akan perjuangkan aspirasi warga, meski tidak lagi menjadi anggota dewan,” ujarnya kepada wartawan di gedung DPRD Kota Surabaya, Senin (27/05/19).
Ia menambahkan, ternyata karya pelayanan dan kiprah saya di kota Surabaya selama lima tahun ini belum cukup dapat kepercayaan kembali dari masyarakat, untuk menuju kursi DPR RI di Senayan untuk periode 2019 – 2024 ini.
“Selanjutnya mungkin Tuhan punya rencana lain untuk saya setelah tidak lagi jadi anggota DPRD kota Surabaya, sampai pada akhir bulan pertengahan Agustus 2019 ini.” terangnya
Awey mengucapkan berterima kasih atas support yang diberikan kepada saya selama ini ya. Apabila dalam lima tahun ini ada karya pelayanan saya pada masyarakat kota Surabaya yang dirasakan kurang baik, dirinya mohon dimaafkan.
”Kini saatnya saya kembali berpeluk mesra bersama keluarga dirumah yang hampir lima tahun lamanya kurang mendapatkan perhatian dari saya,” kata Bang Awey, sapaan akrab Vinsensius Awey.
Ia menceritakan, kendati perolehan suara saya adalah yang tertinggi di partai Nasdem namun tidak cukup mengantarkan saya mendapatkan 1 kursi terakhir menuju Senayan (kursi ke 10). Tinggal selangkah namun kandas.
Perolehan suara partai Nasdem dapil Jatim 1 (Surabaya & Sidoarjo), kata Awey, kalah selisih suara dgn partai Demokrat sekitar 7000 suara dalam perebutan kursi terakhir (Partai Demokrat 111.000 suara dan Partai NasDem 104.000 suara).
Dirinya menambahkan, kendati di Surabaya kami gagal dapat 1 kursi DPR RI, akan tetapi secara nasional kursi kami bertambah banyak dan bahkan partai Nasdem masuk 5 besar nasional. Jadi bukan seperti isu yang disiarkan selama ini bahwa Nasdem tidak akan lolos menurut data survey.
Kenyataannya, terang Awey, Nasdem lolos 9% menduduki peringkat ke 4 utk total perolehan kursi senayan. Kenaikan jumlah kursi dan pertumbuhan prosentase suara Nasdem adalah yang tertinggi dari semua kontestasi parpol yg ada.
“Terima kasih kepada masyarakat Indonesia yang telah mempercayai Nasdem, tanpa mau mempercayai beberapa rilis data survey yang selalu memposisikan Nasdem rendah dibawah batas ambang parlemen,” ungkap Awey. [dre]

Tags: