Sinergi Madrasah-SMP Katholik di Kota Batu Tepis Isu Intoleransi

Suasana saat MI Darul Ulum berkunjung ke SMPK Widyatama dalam memperingati Tahun Baru Islam 1441H.

Kota Batu, Bhirawa
Di saat Repulik ini diterpa guncangan isu intoleransi yang mengancam keutuhan NKRI, Madrasah Ibtidaiyah (MI), Roudlotul Athfal (RA), dan PAUD Darul Ulum yang berada di Jl.Lahor Kota Batu langsung menghapus isu tersebut.
Dengan motivasi memperingati Tahun Baru Islam 1441 Hijriyah, Sabtu (31/8), sekitar 700 siswa MI, RA, dan PAUD tersebut berkunjung ke SMP Katolik Widyatama di Jl.Panglima Sudirman Kota Batu
Dengan berbaju putih-putih, para siswa Darul Ulum ini membawa beraneka slogan berjalan mendatangi SMPK Widyatama. Namun kedatangan mereka bukan untuk berunjuk rasa, melainkan ingin merajut kebersamaan dan saling menghormati kebhinekaan, terutama dalam hal beragama. Karena jelas-jelas kedua sekolah ini memiliki latar belakang keyakinan yang berbeda.
“Perayaan Tahun Baru Hijriyah 1441 yang jatuh pada hari ini (Sabtu.red) merupakan materi pembelajaran toleransi bagi siswa-siswi. Dan toleransi itu tidak cukup diajarkan di kelas tetapi butuh dicontohkan secara langsung seperti saat ini,” ujar Ulul Azmi, Sabtu (31/8).
Hasilnya, MI Darul Ulum dan SMP Katolik Widyatama seolah sedang merayakan Tahun Baru Islam bersama. Tak ketinggalan pula, para Dewan Guru dan Wali Murid dari MI Darul Ulum ikut mendampingi anak didiknya saat berkunjung dan bersilaturahmi ke SMPK Widyatama.
Sambutan hangat sebagai sesama warga bangsa tampak terbersit di setiap wajah civitas SMP Katolik Widyatama. Seluruh siswa dikumpulkan di Lapangan Basket berhadap hadapan. Bahkan, Wakil Kepala SMPK Widyatama, Imelda Wea mengaku bahwa dirinya bersama jajaran guru sangat terkesan dan tak kuasa menahan haru.
“Kami sangat terharu. Pasalnya di saat Repulik ini diterpa guncangan oleh isu intoleransi yang mengancam keutuhan NKRI. Namun MI Darul Ulum menjawabnya dengan berkunjung ke sekolah yang jelas-jelas basis keyakinannya berbeda,” ujar Imelda.
Sebagai pendidik, lanjut Imelda, ia berharap kebersamaan yang telah dimulai oleh Madrasah yang ada di Jl.Lahor ini patut diapresiasi serta dijaga keberlanjutannya. Karena ini bisa menjadi contoh positif bagi masyarakat luas. “Karema keberagaman sebenarnya bukan sebuah masalah, melainkan kekayaan yang dimiliki Indonesia untuk bersatu,” tambah Imelda.
Perayaan oleh dua institusi Pendidikan berbeda latar belakang inipun ditutup dengan menyanyikan lagu Satu Nusa Satu Bangsa secara bersama oleh para siswa MI Darul Ulum dan SMPK Widyatama. Kemudian mereka saling berjabat tangan satu sama lain.
Dan sebagai tali asih, perwakilan MI Darul Ulum memberikan Bubur Syuro kepada perwakilan SMPK Widyatama. Biasanya, Bubur Syuro ini biasa dibuat orang Muslim di Jawa sebagai petanda datangnya Tahun Baru Islam. [nas]

Tags: