Sering Padam, Layanan PLN Kabupaten Tulungagung Dikeluhkan

Sejumlah Travo rusak kini diletakkan di halaman Kantor PLN ULP Tulungagung dan rencananya akan segera dikirim ke PLN Area Kediri.

Tulungagung, Bhirawa
Layanan PLN ULP Tulungagung dikeluhkan warga. Masalahnya dalam beberapa hari terakhir aliran listrik di daerah Kota Marmer sering kali padam. Warga khawatir padamnya listrik itu akan terus terulang. Bahkan diantara mereka utamanya dari kalangan usahawan IKM padamnya listrik yang berulang akan berimbas pada usahanya.
”Kalau terus ada pemadaman ini sangat mengganggu pekerjaan. Saya tidak bisa menjahit,” ujar Anwar, salah seorang pengusaha konveksi berskala kecil, Senin (26/8).
Hal yang sama juga dikatakan beberapa pegusaha kecil lainnya. Termasuk pengusaha frozen food rumahan. Mereka khawatir produk makanan bekunya akan rusak akibat seringnya pemadaman listrik. Bahkan beberapa ibu rumah tangga mengeluhkan hal yang sama. ”Sekarang kan alat rumah tangga serba memakai listrik. Kalau listrik padam jadi susah. Tidak bisa menanak nasi atau mencuci dengan mesin cuci,” tutur Susi, warga Kelurahan Bago, Kota Tulungagung.
Manajer PLN ULP Tulungagung, Timbar Imam Priyadi, ketika dikonfirmasi tak mengelak jika aliran listrik di sebagian wilayah Kabupaten Tulungagung kini sering padam. Pemadaman itu terjadi karena beberapa hal, diantaranya akibat layang – layang dan balon sehinga membuat travo PLN meledak atau rusak.
”Gangguan – gangguan akibat benda terbang seperti layang-layang dan balon ulang tahun yang beberapa hari ini membuat terjadi pemadaman. Namun ini bukan karena pemadaman bergilir,” ujarnya.
Selain itu, lanjut dia, padamnya listrik saat ini disebabkan adanya pekerjaan penarikan kabel (crossing) SUTET dalam rangka pengoperasian garduk induk baru yang berada di Kecamatan Pakel.
”Kami kini lagi membangun gardu induk baru selain di Desa Ringin Pitu agar kebutuhan listrik di Tulungagung yang relatif pesat kedepannya dapat teratasi,” paparnya.
PLN UPL Tulungagung mencatat untuk pemakaian listrik di 13 kecamatan di Kabupaten Tulungagung dan Kecamatan Kras di Kabupaten Kediri kini sudah mencapai 65 MVA sampai dengan 70 MVA. Sementara daya yang tersedia dari gardu induk sebesar 80 MVA.
Menurut Timbar, pemakaian listrik yang sudah mencapai 65 MVA itu merupakan warning (peringatan) untuk segera menyediakan daya baru. ”Karena itu kami membangun gardu induk baru di Pakel itu,” terangnya.
Timbar menyebut dalam seminggu ini warga Tulungagung masih akan mengalami pemadaman listrik. Pemadaman terjadi karena pekerjaan penarikan kabel SUTET untuk gardu induk di Kecamatan Pakel masih berlangsung dan direncanakan baru akan berakhir pada Sabtu (31/8) mendatang.
”Kabel ini menyilang dengan kabel lama yang sudah ada sehingga sering dilakukan pemadaman agar tidak membahayakan pekerja. Harapannya pemadaman hanya sampai minggu ini saja dan semoga tidak ada kendala,” ucapnya. [wed]

Tags: