Serikat Pekerja dan Buruh sebagai Ambassador BPJS Ketenagakerjaan

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Jawa Timur bersinergi dengan Serikat Pekerja dan Serikat Buruh dalam acara Training of Trainer Aggresive Growth.

(Dukung Aggresive Growth)
Surabaya, Bhirawa
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Jawa Timur bersinergi dengan Serikat Pekerja dan Serikat Buruh dalam rangka mendukung Aggresive Growth.
BPJS Ketenagakerjaan yang merupakan Badan Hukum Publik sesuai Undang Undang Nomor 24 Tahun 2011 memiliki tanggung jawab besar menyelenggarakan empat program yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JP) yang merupakan hak seluruh pekerja di Indonesia.
“Serikat Pekerja/Serikat Buruh sebagai Ambassador dalam mensosialisaikan program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan” kata Deputi Direktur Wilayah Jawa Timur Dodo Suharto, Selasa (20/8) kemarin.
Dengan terjalin sinergitas dan harmonisasi bersama Serikat Pekerja/ Serikat Buruh dapat meningkatkan engagement terhadap pentingnya kepesertaan pekerja/buruh dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan.
“Saat ini masih banyak perusahaan yang belum mendaftarkan karyawannya sebagai peserta, masih adanya perusahaan yang tidak melaporkan dengan benar jumlah karyawannya yang didaftarkan sebagai peserta (PDS TK) adanya perusahaan yang tidak melaporkan besaran upah yang diberikan secara benar (PDS UPAH),” papar dia.
Pencapaian kinerja Kantor Wilayah Jawa Timur sampai dengan Juli 2019 jumlah kepesertaan untuk badan usaha aktif, kata dis, sebanyak 77 ribu, jumlah tenaga kerja aktif sebanyak 2,9 juta, sektor Penerima Upah (PU) 1.92 juta, sektor Bukan Penerima Upah (BPU) sebanyak 195 ribu, Pekerja Migran Indonesia (PMI) sebanyak 93ribu dan sektor jasa konstruksi 685 ribu.
Pembayaran klaim sampai dengan bulan Juli 2019 sebanyak 175.673 kasus dengan total klaim sebesar Rp1,75 T, Klaim Jaminan Hari Tua (JHT) sebanyak 135.192 kasus sebesar Rp1,55 T Jaminan Kematian 2.492 kasus sebesar Rp68,5M, Jaminan Kecelakaan Kerja 16.671 kasus sebesar Rp120,1 M dan Jaminan Pensiun sebanyak 21.318 kasus sebesar Rp13,8 M.
“Dengan dukungan dari Pemerintah Daerah, Serikat Pekerja Serikat Buruh dan pihak pihak terkait lainnya untuk percepatan pelaksanaan program BPJS Ketenagakerjaan di Jawa Timur, target aggresive growth dapat tercapai,” pungkasnya. [geh]

Tags: