Seribu Penari Bawakan Tari Klono Sewu, Tandai Momen Bulan Berkunjung Jombang

Bupati Jombang memukul gong tanda dimulainya Pergelaran Tari Klono Sewu, Jumat pagi (06/09). [Arif Yulianto/ Bhirawa]

Jombang, Bhirawa
Seribu penari yang terdiri dari 900 pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP), Madrasah Tsanawiyah (Mts) baik negeri maupun swasta dan Sekolah Menengah Atas (SMA), Madrasah Aliyah (MA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang juga berasal dari sekolah negeri maupun swasta ditambah 100 orang dari guru membawakan Tari Klono Sewu di Alun-Alun Jombang, Jumat pagi (06/09). Sontak Alun-Alun Jombang pun menjadi lautan penari Klono Sewu pagi itu.
Acara tersebut sengaja digelar oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang sebagai pembuka rangkaian acara Bulan Berkunjung Jombang, September 2019. Pergelaran Kolosal Tari Klono Sewu dibuka secara langsung oleh Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab didampingi Wakil Bupati (Wabup) Jombang, Sumrambah serta para pejabat di jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jombang.
Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab mengatakan, dipilihnya Tari Klono Sewu untum ditampilkan pada momentum pembuka Bulan Berkunjung Jombang 2019 salah satu tujuannya agar Tari Klono Sewu yang merupakan budaya lokal Jombang tersebut tidak punah. Selain itu, Wayang Topeng Jatiduwur, Kesamben, Jombang yang merupakan asal Tari Klono Sewu sendiri sudah ditetapkan Pemerintah Pusat sebagai Warisan Budaya Tak Benda pada tahun 2018 yang lalu.
“Mengajak kepada par siswa, karena ini adalah budaya lokal, salah satu yang kita miliki. Biar anak-anak, siswa juga merasa bahwa, ini adalah budaya Jombang” ujar Bupati Jombang.

Penampilan 1000 penari saat membawakan Tari Klono Sewu di Alun-Alun Jombang, Jumat pagi (06/09).

Bupati Jombang juga memaparkan, rangkaian kegiatan dalam Bulan Berkunjung Ke Jombang tahun ini merupakan rintisan ke depan untuk menjadi Peringatan Hari Jadi Kabupaten Jombang.
“Saya sampaikan, ke depannya kita harus bisa meramaikan Hari Ulang Tahun Pemerintah Kabupaten Jombang. Dan ini sebagai rintisannya,” papar Bupati.
Meski pada momentum Bulan Berkunjung Ke Jombang masih belum diketahui semua kalangan masyarakat Kabupaten Jombang, namun diharapkan nantinya ke depan, jika momentum Peringatan Hari Jadi Kabupaten Jombang bisa membumi dan dirasakan semua warga Kabupaten Jombang.
Pergelaran Kolosal Tari Klono Sewu tersebut dibuka oleh Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab dengan ditandai dengan pemukulan gong. Sebelumnya, Bupati Jombang secara langsung juga mengalungkan selendang kepada para pejabat Forkopimda Jombang antara lain kepada Wakil Bupati Jombang, Sumrambah, Dandim 0814 Jombang, Letkol Inf Triyono, perwakilan dari Polres Jombang serta kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Jombang, Akhmad Jazuli.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Budi Nugroho menambahkan, untuk persiapan Pergelaran Tari Klono Sewu ini membutuhkan waktu untuk menyiapkannya selama satu bulan dengan beberapa kegiatan, salah satunya dengan workshop-workshop.
“Bukan pekerjaan mudah kemudian harus seribu peserta harus kita hadirkan,” jelas Budi Nugroho.
Munculnya ide Pergelaran Tari Klono Sewu tersebut lanjut Budi Nugroho, penguatan pendidikan karakter merupakan salah satu cara yang dipilih untuk komunikasi dengan generasi milenial, salah satunya dengan contoh digelarnya Tari Klono Sewu di Alun-Alun Jombang tersebut.
“Apalagi kita punya penghargaan pengakuan Warisan Budaya Tak Benda. Sehingga kalau ini bisa diviralkan, ya ini cara kita, pengakuan oleh generasi milenial,” pungkas Budi Nugroho.(adv.rif)

Tags: