Seratus Hari Kerja, Bupati Sampang Raih Rekor MURI

Sampang,Bhirawa.
Memasuki 100 hari kerja Bupati Sampang H. Slamet Junaidi, mendapatkan penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), sebagai pemakarsa dan penyelenggara pagelaran tari malate sato’or oleh pelajar terbanyak. Para penari dari pelajar siswi SMP se-Kabupaten Sampang dilakukan di lapangan wijaya kusuma Sampang Kota. Penampilan tersebut langsung dinilai tim rekor dunia MURI.Kamis (2/5/19).
Penampilan tari khas Sampang tersebut, juga dalam rangkaian Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Peringatan hari otonomi daerah ke XXIII dan kesiagaan bencana, oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang.
Tari Kolosal Malateh Sato’or yang ditampilkan 1007 siswi SMP se Kabupaten Sampang dalam rangka memecahkan Rekor MURI Indonesia, telihat dua orang perwakilan MURI Indonesia yang dipimpin Ariyani Siregar menilai dan mendokumentasikan gerakan Tarian Kolosal tersebut.
Usai penampilan tari khas Sampang, pihak perwakilan MURI memberikan penghargaan langsung pada Bupati Sampang H. Slamet Junaidi.
Kepala Disdik Sampang H M Jupri Riyadi, mengungkapkan kegiatan itu merupakan rangkaian peringatan Hardiknas dan menyambut 100 Hari Kerja Bupati dan Wakil Bupati Sampang, salah satunya menampilkan Tari Kolosal oleh 1007 siswi SMP sebagai upaya memecahkan Rekor MURI Indonesia.
Lanjut Jupri, Tari Kolosal Malateh Sato’or mempunyai filosofi mendalam bagi masyarakat Sampang yang bermakna Keindahan dan untuk menyambut tamu agung di Kabupaten Sampang. Tarian ini terbentuk pada tahun 2005 dan tahun 2013 diresmikan menjadi tari khas Kabupaten Sampang, sementara kreatornya oleh Sri Amah S.Pd.
Sementara Bupati Sampang H. Slamet Junaidi, usai menerima penghargaan MURI ia sangat bersyukur bahwa dalam rangka 100 hari kerja kami meraih penghargaan MURI ini, semoga Kabupaten Sampang terus menorehkan prestasi yang baik mulai tingkat nasional bahkan dunia.
“Perolehan penghargaan MURI ini, juga bersamaan dengan rangkaian Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Peringatan hari otonomi daerah ke XXIII dan kesiagaan bencana, oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang.jelasnya.
Lanjut Bupati dalam rangka Hardiknas, pendidikan kita harus menghasilkan manusia yang berkarakter dan berjati diri sebagai orang Indonesia, selanjutnya yang terpenting adalah pendidikan karakter dan generasi terdidik, kemudian peringatan hari otonomi daerah ke XXIII, Pemerintah Kabupaten Sampang berorientasi pada pelayanan publik, mendorong kemandirian daerah, serta berkomitmen harmonisasi dengan semua stakeholder. Adapun dalam kesiagaan bencana,Pemerintah Kabupaten Sampang, mari kita gerakkan budaya sadar bencana, mulai dari lingkungan keluarga, komunitas kita, dan yang terpenting jagalah alam, agar alam juga menjaga kita.
Berdasarkan data MURI Kabupaten Sampang sudah ke 3 kalinya meraih rekor MURI, Pertama tahun 2009 pangelaran musik daul dengan peserta terbanyak, kedua tahun 2011 katagori makan jambu air dan menggoreng jambu mente terbanyak, dan ketiga kali ini tahun 2019, Kabupaten Sampang kembali meraih rekor MURI katagori pagelaran tari malate Sato’or yang diikuti pelajar terbanyak.(adv.lis)

Bupati terima penghargaan MURI

Tags: