Sepertiga Malam Terakhir

M Ali Misbahul Munir

Oleh:
M Ali Misbahul Munir
Pengasuh Ma’had Nurul Quran (MNQ) Surabaya

Selama Ramadan, sebulan penuh seorang mukmin dilatih untuk bangun dini hari, sepertiga malam yang terakhir untuk makan sahur. Waktu sepertiga malam terakhir (waktu sahur) adalah waktu yang sangat penting dan berharga, terdapat keutamaan didalamnya.
Adapun keutamaan itu bisa kita pahami melalui hadis berikut: “Allah Tabaroka Wa Ta’ala turun ke langit dunia pada setiap malam di sepertiga malam yang terakhir. Ia berfirman: ‘Siapa yang berdoa kepada-Ku maka Aku akan mengabulkan doanya, siapa yang memohon kepada-Ku maka Aku akan memberinya, siapa yang mohon ampun kepada-Ku maka Aku akan mengampuni (dosa-dosa)nya)'”(HR. Bukhori-Muslim).
Syekh Ibnu Bathol dalam syarahnya atas Shohih al-Bukhori (3/153) mengatakan: “Maka disebutkan dalam hadis tersebut bahwa sesungguhnya istighfar yang disunnahkan yang diharapkan barokah ijabahnya adalah sebelum Shubuh (waktu sahur)”
Maka, hendaknya kita mengisi waktu sahur dengan aktifitas yang produktif. Di samping makan sahur. Kita ambil air wudu sholat sunah dua rokaat dan dilanjutkan memperbanyak Istighfar dan doa sampai datang waktu subuh. Sebisa mungkin kita hindari nonton TV atau mainan HP yang menjadikan waktu berlalu tanpa makna.
Karena itu, marilah kita berdoa mudah-mudahan kita semua bisa menghidupkan waktu malam dengan ragam ibadah sunah secara istiqamah. Selain itu, marilah kita juga berdoa mudah-mudahan amal ibadah kita senantiasa diterima oleh Allah Swt.
Adakah di antara kita yang bisa memastikan amal ibadahnya diterima oleh Allah Swt? Sungguh tidak ada seorangpun yang berani mengklaim bahwa amal ibadahnya pasti diterima. Demikian halnya dengan ibadah puasa yang ia lakukan. Tidak ada jaminan pasti diterima oleh-Nya.
Karenanya Imam al-Ghozali (Ihya’ Ulumiddin 1/457) menyebutkan bahwa termasuk adab batin orang yang berpuasa adalah: “Setelah berbuka puasa hatinya berada di antara perasaan Khauf & Raja’ (Harap-harap cemas). Karena ia tidak tahu apakah puasanya diterima sehingga termasuk orang-orang yang dekat dengan Alloh atau ditolak puasanya sehingga termasuk golongan orang-orang yang dibenci. Dan hendaknya perasaan itu (Khouf & Roja’) selalu muncul di akhir setiap ibadah”.
Hendaknya pula ia membaca doa yang dibaca oleh Nabi Ibrohim As: “Ya Tuhan Kami terimalah daripada Kami (amalan kami), Sesungguhnya Engkaulah yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui”.**

Rate this article!
Sepertiga Malam Terakhir,5 / 5 ( 1votes )
Tags: